masukkan script iklan disini
Dompu,-Anshari Nawawi, S.Pd., selaku Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia lokus Kabupaten Dompu, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi Guru, Pengelola Perpustakaan, Pustakawan, dan Pegiat Literasi yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 27--29 Juli 2026, bertempat di Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu, Muhammad Abduh, SE., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguatan literasi informasi merupakan kebutuhan mendasar di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi di era digital.
Menurutnya, kemampuan masyarakat dalam mengakses, memilah, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara bijak menjadi kunci untuk menciptakan sumber daya manusia yang cerdas, kritis, dan adaptif.
Bimtek ini diikuti oleh 150 peserta, dengan pembagian 50 peserta pada setiap sesi per hari, yang terdiri atas guru, pengelola perpustakaan, pustakawan, serta pegiat literasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Dompu. Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mendapatkan materi yang komprehensif dari narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang literasi.
Pada hari pertama, materi disampaikan oleh Dr. Erham, S.H., M.H., seorang akademisi yang mengupas pentingnya literasi informasi dalam membangun budaya berpikir kritis di lingkungan pendidikan. Hari kedua menghadirkan Dwi Erza ZSD, S.I.P., pemerhati literasi, yang memberikan wawasan mengenai strategi penguatan gerakan literasi di tengah transformasi digital. Sementara pada hari ketiga, peserta memperoleh materi dari Andrea Ardi Ananda, S.Hum., pustakawan sekaligus Master Trainer Nasional, yang membahas praktik terbaik pengelolaan informasi dan pengembangan layanan perpustakaan berbasis kebutuhan masyarakat.
Anshari Nawawi, S.Pd., menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas para pelaku literasi di Kabupaten Dompu. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, pustakawan, dan pegiat literasi menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang melek informasi.
"Saya mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu yang secara konsisten menghadirkan program peningkatan kapasitas bagi guru, pustakawan, pengelola perpustakaan, dan pegiat literasi. Bimtek ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan masyarakat yang mampu menyaring informasi secara kritis, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta memperkuat budaya literasi di Kabupaten Dompu," ujar Anshari.
Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta selama mengikuti bimtek dapat diimplementasikan di sekolah, perpustakaan, komunitas, maupun lingkungan masing-masing sehingga mampu melahirkan berbagai inovasi literasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem literasi daerah. Sinergi antara pemerintah daerah, Perpustakaan Nasional RI melalui RELIMA, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu mendorong terwujudnya masyarakat Dompu yang semakin literat, cakap informasi, dan siap menghadapi tantangan era digital. (Adv)

