Sidoarjo, lintassamudera.com —
Aktivitas sosial telah lama menjadi bagian dari perjalanan H. Abd. Mannan, yang kini maju sebagai Calon Kepala Desa Kletek nomor urut 1 dalam pemilihan kepala desa di Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.
Sebelum kembali mengikuti kontestasi Pilkades, Mannan dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, mulai dari pengelolaan masjid hingga kegiatan sosial bagi warga yang membutuhkan.
Di Desa Kletek, ia pernah dipercaya menjadi takmir masjid sekaligus penggerak berbagai kegiatan keagamaan. Selain itu, ia juga tercatat sebagai pengurus Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Desa Kletek selama tiga periode.
Kegiatan sosial menjadi salah satu perhatian utama dalam aktivitasnya di tengah masyarakat.
Melalui yayasan yang didirikannya, Kautsarul Khair Indonesia, sejumlah bantuan sosial rutin diberikan kepada warga yang membutuhkan.
“Melalui yayasan ini kami berusaha membantu masyarakat, seperti memberikan gerobak usaha, kursi roda, maupun alat bantu kesehatan bagi warga yang mengalami sakit atau stroke,” katanya kepada media ini, Minggu (16/03) malam.
Selain itu, santunan bagi anak yatim juga menjadi kegiatan yang rutin dilakukan.
Di Desa Kletek sendiri terdapat sekitar 50 hingga 56 anak yatim, mulai dari usia bayi hingga tingkat sekolah menengah pertama.
“Kegiatan santunan bagi anak yatim biasanya kami lakukan sekitar tiga kali dalam setahun,” ungkapnya.
Menurut Mannan, kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Bagi saya, kegiatan sosial seperti ini penting untuk menjaga kebersamaan di tengah masyarakat,” jelasnya.
Dorong Peluang Kerja Pemuda
Pengalaman sebagai bagian dari masyarakat desa membuat Mannan memahami berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Ia pernah menjabat sebagai ketua RT, yang memberinya kesempatan melihat langsung kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan.
Salah satu gagasan yang ingin ia dorong adalah membuka Balai Latihan Kerja (BLK) di desa.
Program tersebut ditujukan untuk memberikan keterampilan bagi para pemuda yang telah lulus sekolah agar memiliki peluang kerja yang lebih luas.
“Kami ingin memberikan pelatihan keterampilan bagi pemuda desa agar mereka memiliki kemampuan kerja dan tidak kesulitan mencari pekerjaan,” tuturnya.
Pelatihan tersebut direncanakan melibatkan BLK tingkat provinsi serta kerja sama dengan sejumlah perusahaan di sekitar wilayah desa.
Selain pelatihan keterampilan kerja, program tersebut juga diarahkan pada usaha digital dan bisnis berbasis daring, mengikuti perkembangan dunia usaha saat ini.
“Anak-anak muda sekarang harus memiliki keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman, termasuk kemampuan usaha berbasis digital,” tandasnya.
*Perkuat BUMDes dan UMKM*
Selain program pelatihan kerja, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga menjadi perhatian dalam rencana pembangunan desa.
Selama ini kegiatan BUMDes di Desa Kletek lebih banyak bergerak pada program ketahanan pangan, seperti budidaya lele.
Ke depan, potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan lebih luas, misalnya melalui peternakan kambing atau sapi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi bagi masyarakat.
“BUMDes sebenarnya memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik dan profesional,” jelasnya.
Selain itu, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi bagian dari gagasan yang ia sampaikan.
“Koperasi nantinya tidak boleh menjadi pesaing UMKM, tetapi justru harus menjadi mitra yang membantu pengembangan usaha masyarakat,” ungkapnya.
Pelayanan Publik Satu Hari Selesai
Pelayanan administrasi di pemerintahan desa juga menjadi perhatian Mannan.
Ia menilai pelayanan publik harus dilakukan secara cepat, transparan, dan bebas dari pungutan liar.
Karena itu ia mengusulkan konsep “one day service”, yaitu pelayanan administrasi masyarakat yang diupayakan dapat selesai dalam satu hari.
“Harapannya masyarakat tidak perlu bolak-balik ke kantor desa hanya untuk mengurus dokumen administrasi,” katanya.
Selain itu, program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) juga menjadi salah satu hal yang ingin didorong pelaksanaannya di Desa Kletek.
“Program ini penting agar masyarakat bisa memperoleh sertifikat tanah dengan biaya yang lebih terjangkau,” jelasnya.
Visi “Kletek Berkah"
Dalam pencalonannya, Mannan membawa visi pembangunan desa yang dirangkum dalam konsep “Kletek Berkah.”
Berkah merupakan akronim dari:
B — Bangkitkan ekonomi warga
E — Efisien dan responsif dalam pelayanan
R — Rasa keadilan sosial
K — Keamanan dan kenyamanan desa
A — Aktif dan berdaya
H — Harmonis dan humanis
“Visi ini kami susun sebagai arah pembangunan desa agar lebih maju dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Ajak Warga Jaga Kerukunan
Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa, Mannan mengajak masyarakat untuk tetap menjaga suasana yang aman dan kondusif.
Perbedaan pilihan dalam Pilkades, menurutnya, merupakan bagian dari proses demokrasi yang wajar.
Namun persatuan dan kerukunan antarwarga harus tetap dijaga.
“Saya berharap masyarakat tetap menjaga keamanan dan persaudaraan selama proses Pilkades berlangsung,” pintanya.
Ia menambahkan bahwa siapa pun yang nantinya terpilih, tujuan utama tetap sama, yakni membangun Desa Kletek agar semakin maju dan sejahtera. (taufiq*)