Top Menu

AdvetorialPilkades

Dari Anak Tukang Becak hingga Kandidat Kepala Desa Nomor Urut 2

Minggu, 15 Maret 2026, Maret 15, 2026 WAT
Last Updated 2026-03-15T09:50:44Z

Sumar Ingin BUMDes Jadi Penggerak Ekonomi Kramat Jegu.



Sidoarjo, lintassamudera.com — Di balik hiruk pikuk kontestasi pemilihan kepala desa, perjalanan hidup seseorang kerap menyimpan cerita panjang tentang perjuangan dan harapan. Bagi Sumar, calon Kepala Desa Kramat Jegu nomor urut 2, kisah itu berawal dari keluarga sederhana yang merantau ke desa tersebut.

Ia lahir dari pasangan perantau asal Madura yang menetap di wilayah Kramat Jegu demi mencari penghidupan yang lebih baik. Ayahnya bekerja sebagai tukang becak, sementara ibunya berjualan gorengan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Kehidupan yang tidak selalu mudah itulah yang banyak membentuk cara pandangnya terhadap masyarakat.

Sumar menempuh pendidikan hingga tingkat sekolah dasar sebelum melanjutkan belajar di pesantren. Di tempat itulah ia menghabiskan sekitar sembilan tahun masa pendidikannya, menjalani kehidupan sederhana sekaligus belajar hidup mandiri.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting dalam memahami kehidupan masyarakat yang penuh perjuangan.

Berawal dari Karang Taruna

Sumar mulai menetap di Desa Kramat Jegu sekitar tahun 2010. Saat pertama kali datang, kondisinya masih sangat sederhana.

Ia tinggal di rumah kos tanpa membawa banyak hal, bahkan kendaraan pun belum dimilikinya. Namun perlahan ia mulai berbaur dengan masyarakat sekitar.

Keterlibatannya di lingkungan warga bermula dari kegiatan Karang Taruna. Dari organisasi kepemudaan itu ia mulai aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial.

Seiring waktu, ia kemudian dipercaya menjadi pengurus lingkungan, mulai dari RT hingga akhirnya menjabat sebagai ketua RW.

Pengalaman tersebut memberinya kesempatan melihat langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kepedulian Sosial sebagai Motivasi

Keputusan maju sebagai calon kepala desa, bagi Sumar, dilandasi keinginan sederhana: memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, hubungan antarwarga desa seharusnya dibangun atas dasar rasa tanggung jawab bersama.

Ia mencontohkan pengalamannya ketika menjabat sebagai ketua RW. Saat mengetahui ada anak yang tidak melanjutkan sekolah, ia berusaha mencari tahu penyebabnya dan membantu agar anak tersebut tetap bisa bersekolah.

Bagi Sumar, kebahagiaan masyarakat merupakan kebahagiaan bersama.

Menolak Diskriminasi

Desa Kramat Jegu memiliki masyarakat dengan latar belakang yang beragam.

Mayoritas warga beragama Islam, namun terdapat pula warga yang memeluk agama Katolik dan Kristen.

Menurut Sumar, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan masyarakat desa.

Ia menilai kehidupan masyarakat harus dibangun di atas prinsip saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai tanpa membedakan suku maupun agama.

BUMDes sebagai Prioritas

Jika dipercaya memimpin desa, Sumar menilai penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi salah satu prioritas utama.

Menurutnya, BUMDes di Kramat Jegu sebenarnya sudah berjalan, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal.

Ia melihat masih ada tantangan dalam pengelolaan, mulai dari kurangnya semangat sebagian pengelola hingga pola pikir yang belum sepenuhnya berorientasi pada kepentingan bersama.

Ke depan, ia berharap BUMDes dapat dikelola secara lebih profesional sehingga mampu menjadi penggerak ekonomi desa dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan Sosial di Bulan Ramadan

Dalam kehidupan sehari-hari, Sumar juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial di lingkungan masyarakat.

Salah satunya adalah kegiatan santunan bagi anak yatim yang biasanya dilakukan pada bulan Ramadan.

Namun tahun ini ia memilih tidak terlalu menonjolkan kegiatan tersebut karena tidak ingin dianggap memanfaatkan momentum Pilkades untuk kepentingan pribadi.

Baginya, kegiatan sosial seharusnya dilakukan dengan niat tulus.

Nilai Sosial dalam Membangun Desa

Bagi Sumar, pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur atau ekonomi.

Nilai sosial dan kemanusiaan juga memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, manusia hidup bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk menjaga hubungan dengan sesama manusia dan lingkungan.

Karena itu semangat kebersamaan dan kepedulian sosial menjadi hal yang penting dalam membangun kehidupan desa.

Menjaga Kerukunan Menjelang Pilkades

Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa, Sumar mengajak masyarakat untuk tetap menjaga suasana yang kondusif.

Perbedaan pilihan dalam Pilkades merupakan bagian dari proses demokrasi. Namun persaudaraan dan kerukunan antarwarga desa, menurutnya, harus tetap dijaga.

Siapa pun yang nantinya terpilih menjadi kepala desa, tujuan utamanya tetap sama: membangun Desa Kramat Jegu agar semakin baik dan sejahtera. (*)

TrendingMore