Sukirman, calon kepala Desa Pabean nomor urut 2, saat diwawancarai wartawan di kediamannya di Desa Pabean.
Sidoarjo, lintassamudera.com — Lebih dari tiga puluh tahun ia menghabiskan waktunya di kantor desa. Dari mengurus administrasi warga hingga mengikuti dinamika pembangunan desa, hampir seluruh perjalanan pemerintahan Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, ia saksikan dari dekat.
Sosok itu adalah Sukirman, perangkat Desa Pabean yang kini maju sebagai calon kepala desa nomor urut 2 dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) setempat.
Kini, setelah puluhan tahun mengabdi sebagai perangkat desa sejak 1995, ia memutuskan melangkah lebih jauh dengan maju dalam kontestasi Pilkades.
“Saya sudah lama menjadi perangkat desa, jadi cukup memahami kondisi desa dan kebutuhan masyarakat,” ujar Sukirman saat ditemui Kamis (12/3/2026).
Perjalanan hidupnya tidak selalu dimulai dari balik meja kantor desa. Setelah menamatkan pendidikan di STM Darma Bakti Surabaya, ia sempat merantau ke Kalimantan. Di sana ia bekerja di proyek pembangunan jalan selama sekitar enam bulan sebelum akhirnya kembali ke Jawa Timur.
Sepulang dari perantauan, ia kembali bekerja di sejumlah proyek di Surabaya. Hingga pada tahun 1995, kesempatan datang untuk bergabung sebagai perangkat desa di Desa Pabean. Sejak saat itu, kehidupannya lebih banyak berkutat dengan urusan pemerintahan desa dan pelayanan masyarakat.
Pengalaman panjang itulah yang kini menjadi bekal bagi Sukirman untuk maju dalam Pilkades. Saat ini usianya 63 tahun dan ia merasa masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan pengabdian melalui kepemimpinan desa.
Menurutnya, secara umum kondisi Desa Pabean berjalan cukup baik. Pelayanan kepada masyarakat serta pembangunan desa dinilai sudah berlangsung sesuai aturan yang berlaku.
Namun ia melihat masih ada beberapa potensi desa yang bisa dikembangkan lebih optimal.
Salah satunya adalah keberadaan pasar wisata desa yang saat ini masih dikelola oleh pemerintah desa.
“Ke depan pengelolaannya bisa ditingkatkan, termasuk kemungkinan melalui BUMDes agar manfaatnya bisa lebih dirasakan masyarakat,” katanya.
Selain itu, beberapa fasilitas umum dinilai masih perlu perhatian, seperti tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dan tempat pemakaman umum (TPU). Ia berharap pembangunan fasilitas tersebut dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran desa.
Transparansi pemerintahan desa juga menjadi hal yang menurutnya penting untuk diperkuat. Ia menilai masyarakat perlu mendapatkan akses informasi yang lebih terbuka mengenai program pembangunan maupun penggunaan anggaran desa.
“Informasi kegiatan desa dan penggunaan anggaran harus bisa diketahui masyarakat,” ujarnya.
Di tengah dinamika pemerintahan desa, aktivitas sosial masyarakat tetap berjalan, termasuk selama bulan Ramadan. Pemerintah desa bersama warga rutin menggelar kegiatan Safari Ramadan yang dilaksanakan secara bergilir di beberapa tempat.
Bagi Sukirman, pengalaman panjang selama lebih dari tiga dekade di pemerintahan desa menjadi pelajaran penting untuk memahami kebutuhan masyarakat.
Kini ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal jika masyarakat memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Desa Pabean.
“Harapan saya pembangunan desa bisa berjalan lebih baik dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap,” katanya. (zen/fiq)