masukkan script iklan disini
Dompu,-Berhembus isu terkait dugaan Dinas Dikpora Kabupaten Dompu NTB menerima fee 5 persen dari sejumlah pengelolah PAUD dan TK yang mendapatkan program revitalisasi tahun 2026.
Isu itu mencuat diatas permukaan setelah ada pengakuan dari sejumlah sumber berita bahwa sejumlah pengelolah pendidikan luar sekolah itu menghembuskan kalimat telah menyerahkan angka 5 persen sebagai uang fee ke pihak Dinas Dikpora langsung.
Sayangnya, sumber belum mau menyampaikan nama pejabat Dina Dikpora yang diduga menerima fee 5 persen itu.
Menanggapi hal itu, Kepala Dikpora Kabupaten Dompu melalui Kabid PLS, Muhammad Sadik, S.Pd yang dikonfirmasi media ini via telepon WhatsApp pribadinya Minggu (11/10/26) mengaku tidak tahu soal fee 5 persen seperti yang di isukan tersebut.
.
"Kalau masalah itu saya tidak tau menahu, pengakuan sumber itu bahwa uang fee 5 persen diberikan ke siapa,"aku Sadik sembari mengeluarkan kalimat bertanya.
Selain dugaan diatas, juga berhembus isu dugaan Ketua Himpaudi, Om Gen yang mengumpulkan uang pada sejumlah pengelolah PAUD yang mendapatkan program revitalisasi tahun 2026 untuk kepentingan lainnya termasuk menutupi rencana aksi.
Isu dugaan mengumpulkan uang ke sejumlah pengelolah PAUD tersebut justeru dibantah oleh Ketua Himpaudi Kabupaten Dompu yang biasa disapa Om Gen.
Ia menjelaskan bahwa ketika pengelolah PAUD di datangi oleh pihak manapun maka bisa memberikan kontribusi dengan cara memberikan penjelasan kepada pihak yang mendatangi itu agar semuanya bisa jelas.
"Mungkin pengelolah PAUD salah memaknai kalimat yang saya sampaikan itu yakni "dapat memberikan kontribusi", yang dimaksudkan itu bukan materil tapi berkontribusi memberikan penjelasan aja,"katanya singkat.(Amin)

