Top Menu

DompuNews

Supir Dam Truk Mogok, Kapolsek Pekat Mediasi

Redaksi
Senin, 18 Januari 2021, Januari 18, 2021 WAT
Last Updated 2021-01-18T15:49:21Z
Dompu,-Puluhan supir dam truk di wilayah Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu NTB, Senin (18/01) melakukan aksi mogok kerja dengan cara memarkirkan kendaraannya menutupi jalur jalan masuk menuju Pabrik Gula milik PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) Desa Doropeti Kecamatan Pekat. 

Aksi ini, dilakukan supir untuk meminta kepada PT. CIT selaku penyedia jasa transportasi dan PT. SMS agar melibatkan (merekrut) para supir Dan Truk lokal untuk mengangkut Raw Sugar dari pelabuhan Calabai menuju pabrik gula PT. SMS. Demikian dikatakan Kapolres Dompu melalui Paur Subbag Humas, Aiptu Hujaifah pada Lintas Samudera.com via WhatsApp.

Dijelaskan Hujaifah, aksi tersebut mengakibatkan aktivitas mobil yang mengangkut Raw Sugar menjadi terhambat. Namun, hal ini mampu diredam saat Kapolsek Pekat Ipda Muh. Sofyan Hidayat S.Sos tiba dilokasi dan melakukan mediasi pertemuan antara para supir yang menjadi massa aksi dengan PT SMS, PT CIT dan pihak lainnya. 
Pada pertemuan ini, salah seorang perwakilan massa aksi menyampaikan agar perusahaan bisa melibatkan para supir dam truk lokal untuk mengangkut Raw Sugar. 

"Inilah alasan kenapa kami melakukan aksi mogok. Aksi ini, kali kedua setelah Minggu kemarin dan Senin 18 Januari tadi. kami tetap menyampaikan tuntutan yang sama seperti Minggu kemarin,"jelas Hujaifah mengutip pernyataan Tamrin Hadu (Supir Dam Truk) warga Desa Doropeti.  

Kata Tamrin Hadu, lanjut Hujaifah, PT. CIT hanya memberikan rekomendasi pada 16 unit kendaraan lokal dibawah kendali CV. Sinar Pekat. Perlu diketahui juga, sesuai dengan kesepakatan awal hadirnya PT. SMS untuk mensejahterakan masyarakat yang ada di Kecamatan Pekat. Selain itu, perusahaan gula ini pun telah berkomitmen untuk mengutamakan masyarakat lokal termasuk kendaraan lokal milik masyarakat Kecamatan Pekat.

"Kami berharap PT. SMS dan PT. CIT agar bisa merangkul kendaraan lokal milik masyarakat Kecamatan Pekat tanpa membatasi jumlahnya,"harap Tamrin Hadu disampaikan Hujaifah.

Terkait persoalan ini, Manajer Eksternal Relation PT. SMS Kabupaten Dompu, Muhammad Haryanto, meminta kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Ia pun menjelaskan, kehadiran PT. SMS tentunya juga untuk mensejahterakan masyarakat."Jika ada permasalahan mari kita selesaikan secara baik-baik tanpa melakukan aksi hingga mengakibatkan aktifitas menjadi terhambat,"pinta Haryanto. 

Muhammad Haryanto mengaku bahwa perusahaan ini tidak akan bisa maju tanpa ada dukungan dari masyarakat."Kami berharap kepada para sopir kendaraan lokal agar menerima kebijakan yang telah diberikan oleh pihak PT. CIT,"akunya.

Disela waktu juga, Koordinator Kendaraan Lokal (CV. Sinar Pekat), Rudi, pada pertemuan ini pun menjelaskan, terkait kebijakan yang telah diberikan oleh pihak PT. CIT, dirinya telah menyampaikan kepada para sopir untuk menentukan opsi yang telah diberikan oleh pihak PT. CIT. 

Namun sayangnya, para sopir yang berjumlah 28  orang tetap tidak menerima dan ngotot untuk masuk dalam kegiatan bongkar muat."Saat ini jumlah kendaraan yang hadir sebanyak 20 unit dan kembali meminta kepada pihak PT. CIT agar mengikut mereka dalam pengangkutan Raw Sugar,"jelasnya. 
Rudi menyebutkan, dalam pertemuan kemarin tidak ada kesepakatan antara para sopir kendaraan lokal dengan pihak PT. CIT karena pihak PT. CIT hanya memberikan kebijakan kepada kendaraan lokal yang ingin turut serta dalam kegiatan bongkar muat Raw Sugar maksimal sebanyak 16 unit. 

"Bahkan kendaraan lokal ini melakukan kegiatan bongkar muat dengan sistem rolling atau secara bergantian. Hal dilakukan guna mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan di areal pelabuhan sehingga aktifitas pengangkutan Raw Sugar berjalan lancar,"terangnya. 

Sementara Kapolsek Pekat Ipda Muh. Sofyan Hidayat S.Sos, mengatakan, sebelumnya dalam pertemuan kemarin malam sudah disepakati oleh para sopir kendaraan lokal untuk tidak melakukan aksi yang menghambat aktifitas pengangkutan Raw Sugar. Namun sayangnya, hari ini aksi para supir ini kembali melakukan aksi protes dengan melakukan penghadangan terhadap kendaraan kendaraan yang melakukan bongkar muat. 

"Pihak PT. CIT telah memberikan kebijakan atau pilihan kepada para sopir kendaraan lokal untuk melakukan kegiatan bongkar muat yang sebelumnya 10  unit menjadi 16 unit. Pilihan kedua yakni kendaraan sebanyak 28 unit dapat turut serta melakukan kegiatan bongkar muat namun dengan sistem rolling,"jelas Kapolsek.(amink)

TrendingMore