Top Menu

dompunews

Siapa Dalang Dibalik Kelulusan SG Pada PPPK Paruh Waktu 2025 ?

Redaksi
Sabtu, 21 Februari 2026, Februari 21, 2026 WAT
Last Updated 2026-02-22T07:18:56Z
Samsiah, S.Pd (Kepsek SDN 13 Manggelewa)

Dompu,-Masih ingat berita terkait kelulusan oknum inisial SG dalam PPPK Paruh Waktu tahun 2025 kemarin, padahal yang bersangkutan diduga sudah lama out dan bukan lagi sebagai pegawai pada SDN 13 Manggelewa Kabupaten Dompu NTB terhitung sejak tahun 2014 hingga 2025.

Kelulusan SG ini patut dipertanyakan dan harus dicari tau siapa dalang dibalik permainan dugaan rekayasa data sehingga SG bisa dinyatakan lulus murni dalam PPPK Paruh Waktu ini. 

Apakah Kepala SDN 13 Manggelewa, Samsiah, S.Pd diduga ikut terlibat dalam dugaan manipulasi data saudara SG ? Berikut keterangan Samsiah, S.Pd saat dikonfirmasi media ini di Kantor Dikpora Kabupaten Dompu beberapa pekan lalu.

Kepsek SDN 13 Manggelewa ini mengatakan, sejak tahun 2014 SG sudah masuk dan terkafer dalam K2 tapi SG pada tahun itu juga sempat keluar dari pengabdiannya di SDN 13 Manggelewa tanpa diketahui akar persoalannya dengan mantan Kepsek kala itu, bahkan tidak ada jaminan atau surat yang menyatakan bahwa SG dikeluarkan, jadi tidak ada yang menjamin seperti itu.

"SG keluar dari sekolah ini, saya juga tidak tau tapi dia tetap ada disekolah ini karena dia bekerja sebagai operator tapi posisi yang disimpan oleh eks Kasek dulu yakni sebagai penjaga sekolah,"kata Samsiah. 

Untuk diketahui bahwa SG ini tinggal di perumahan SDN 13 Manggelewa dan ketika diajak kerja dia tetap aktif bahkan sejak ia menjabat sebagai Kepsek SDN 13 Manggelewa yakni tahun 2022 lalu, SG memang sudah ada tapi memang dia tidak aktif sehari hari, tapi dia tetap ada dikala kita perbantukan.

"Saya tidak pernah berani menjamin kalau SG itu aktif di sekolah ini. Bahkan saya sendiri masuk sejak  tahun 2022 sampai 2025 pun tidak pernah berani membuatkan absen untuk SG ini makanya dia tidak memiliki absensi,"ujar Samsiah.

Ditanya siapa yang membuatkan absensi dan SK untuk melengkapi berkas SG sehingga SG bisa dinyatakan lolos PPPK Paruh Waktu ?

Samsiah mengaku tidak tahu menahu, tapi saat pengumpulan berkas untuk dilakukan verifikasi oleh pihak Dikpora, justeru dirinya mengaku tidak pernah mengirimkan berkasnya SG tapi hanya berkas 4 orang saja diantaranya 3 orang guru termasuk berkasnya Nani, Linda, dan seorang operator atas nama Abdul Hamid. 

"Saya tidak pernah membawa berkasnya SG ke Dikpora justeru berkas ke 4 nama diatas itu saja yang berkasnya saya ajukan ke Dikpora. Saya tidak tau sapa yang melengkapi berkasnya SG,"aku Samsiah justeru membingungkan.

Ditanya sapa yang menandatangani SPTJM saudara SG ?

Samsiah mengakui bahwa dirinyalah yang menandatangani SPTJM tersebut."memang saya yang menanda tangani SPTJM itu,"akunya lagi justeru membingungkan dirinya sendiri.

Apakah ibu ikut terlibat membantu melengkapi berkas SG untuk diajukan ke Dikpora termasuk absensi dan SK nya ?

Samsiah justeru membantah bahwa dirinya tidak pernah membuatkan SK dan absensi untuk SG."saya tidak pernah membuatkan berkas itu untuk SG,"bantah nya.

Samsiah menjelaskan bahwa nama SG tertera di komputer karena memang namanya SG sudah masuk dalam K2. 

"Saya sempat ditanya sama tim ferivikasi juga saat itu, kenapa hanya membawa 4 berkas saja sementara ada 5 orang dan saya menjawab bahwa saya tidak pernah memberikan absensi disekolah ke SG walaupun dia aktif disekolah,"jelasnya.

Samsiah juga mempertanyakan, terkait adanya absen yang dikumpulkan SG dalam melengkapi bahannya, sebab menurutnya ia tidak pernah memberikan absensi ke SG bahkan ke tim ferivikasi Dikpora Kabupaten Dompu sekalipun.

Akibatnya, saat itu ia disodorkan Surat Pernyataan oleh tim ferivikasi Dikpora untuk ia tanda tangani dan dirinya telah menandatangani surat pernyataan tersebut dengan isinya atas nama SG ini tidak pernah aktif.

Hingga dua kali berita ini diturunkan, SG sama sekali belum memberikan keterangan nya.(Bersambung)

TrendingMore