Sidoarjo, lintassamudera.com — Suasana politik desa mulai terasa di Desa Kletek, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Spanduk sosialisasi tahapan Pilkades terlihat terpasang di beberapa titik desa, sementara warga mulai membicarakan kandidat yang akan bertarung dalam pemilihan kepala desa.
Kontestasi politik tingkat desa tersebut kini memasuki tahapan penting setelah empat warga resmi ditetapkan sebagai calon kepala desa yang akan bersaing dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Kletek.
Penetapan kandidat tersebut merupakan hasil tahapan penjaringan dan verifikasi administrasi yang dilakukan panitia sejak awal tahun.
Di tengah dinamika kontestasi tersebut, pemerintah kecamatan menekankan pentingnya menjaga suasana kompetisi yang santun dan kondusif.
Camat Taman Ahmad Fauzi, yang mulai menjabat pada awal 2026, menegaskan seluruh tahapan Pilkades harus berjalan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.
“Pembinaan dan pengawasan kami tekankan agar seluruh tahapan tidak lepas dari aturan, baik Perda, Perbup, maupun tata tertib yang telah ditetapkan panitia,” ujar Fauzi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (11/3/2026).
Ia mengingatkan Pilkades bukan sekadar ajang perebutan jabatan, melainkan bagian dari proses demokrasi di tingkat desa yang harus dijalankan secara dewasa.
“Kami berharap para calon dapat berkontestasi secara santun dan sportif. Yang penting siap menang dan siap kalah. Jika semua pihak memegang aturan dan menerima hasil dengan legowo, insyaallah situasi akan tetap kondusif,” kata Fauzi.
Proses Penjaringan Calon
Ketua Panitia Pilkades Desa Kletek Gatot Krisdiyanto menjelaskan tahapan penjaringan calon telah berlangsung sejak awal tahun melalui proses administrasi dan verifikasi dokumen.
Dari pendaftaran yang dibuka pada awal Februari, terdapat empat warga yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala desa. Setelah melalui pemeriksaan berkas serta verifikasi dokumen pendidikan dan persyaratan lainnya, seluruhnya dinyatakan memenuhi syarat.
“Selama sekitar sepuluh hari kami melakukan verifikasi berkas calon. Untuk memastikan keabsahan data, panitia juga melakukan pengecekan langsung ke sejumlah instansi pendidikan serta memverifikasi dokumen lainnya,” kata Gatot.
Hasil verifikasi tersebut kemudian dibahas dalam rapat pleno panitia pada 28 Februari sebelum akhirnya ditetapkan secara resmi pada 1 Maret di Balai Desa Kletek.
Nomor Urut Kandidat
Empat kandidat yang akan bertarung dalam Pilkades Desa Kletek kini telah mengantongi nomor urut masing-masing setelah melalui proses pengundian terbuka.
Hasil pengundian menetapkan H. Abdul Manan nomor urut 1, Ulis Dewi Purwanti nomor urut 2, Jarot Pintoro nomor urut 3, Ahmad Fauzi nomor urut 4.
Menurut Gatot, pengundian nomor urut dilakukan secara terbuka di hadapan masyarakat untuk menjaga transparansi.
“Kami membuat dua tahap undian supaya semua pihak bisa menyaksikan secara langsung dan tidak menimbulkan polemik,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Taman, perangkat desa, lembaga kemasyarakatan desa, hingga perwakilan tim sukses dari masing-masing calon.
5.520 Pemilih Terdaftar
Saat ini panitia memasuki tahapan pemutakhiran data pemilih. Berdasarkan data sementara, jumlah pemilih di Desa Kletek mencapai sekitar 5.520 orang.
Para pemilih tersebut nantinya akan menyalurkan hak suaranya di 11 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di wilayah desa yang terdiri dari 27 RT dan 11 RW.
Panitia masih melakukan proses pencocokan dan penelitian data pemilih guna memastikan tidak ada warga yang terlewat dalam daftar pemilih.
“Pendataan ini penting agar data pemilih benar-benar akurat, termasuk mencatat warga yang meninggal dunia, pindah domisili, maupun pemilih baru,” kata Gatot.
Setelah proses pemutakhiran selesai, data tersebut akan diumumkan kembali kepada masyarakat sebelum ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Untuk menjaga transparansi, panitia juga memasang informasi tahapan Pilkades di sejumlah titik strategis di desa, termasuk di Balai Desa.
“Semua tahapan kami umumkan supaya masyarakat mengetahui prosesnya. Harapannya Pilkades bisa berjalan transparan dan tetap kondusif,” ujarnya.
Dengan tahapan yang terus berjalan, masyarakat Desa Kletek kini menantikan masa kampanye hingga hari pemungutan suara yang akan menentukan siapa pemimpin desa berikutnya. (abidin/taufiq)