Top Menu

Daerah SumbawanewsPendidikan

SPMB SMKN 1 Lunyuk Dibuka, Orang Tua Diminta Pilih Jurusan Sesuai Potensi Anak

Tim Redaksi
Senin, 08 Juni 2026, Juni 08, 2026 WAT
Last Updated 2026-06-08T12:19:25Z
Poster SPMB SMKN 1 Lunyuk Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah membuka sejumlah program keahlian vokasi dan mengajak calon peserta didik memilih jurusan sesuai bakat, minat, dan potensi diri. 

Lintassamudera.com – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMKN 1 Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, mulai berjalan. Di tengah beragam pilihan sekolah menengah di Kecamatan Lunyuk, pihak sekolah mengajak orang tua untuk lebih cermat dalam menentukan program keahlian bagi putra-putrinya.

Kepala SMKN 1 Lunyuk, Sumartono, S.T., M.Eng., mengatakan sekolah pada prinsipnya siap melaksanakan proses penerimaan peserta didik baru tahun ini. Namun, jumlah siswa yang diterima tetap bergantung pada minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi.

"Kalau SPMB untuk SMK sudah berjalan. Pada prinsipnya sekolah selalu siap. Berapa pun jumlah peserta didik yang mendaftar akan kami layani sesuai ketentuan yang berlaku," kata Sumartono saat dikonfirmasi wartawan, Senin (08/06/2026).

Menurut Sumartono, SMKN 1 Lunyuk memiliki daya tampung sekitar enam rombongan belajar dengan kapasitas maksimal 36 siswa per kelas. Meski demikian, jumlah peserta didik yang diterima tidak selalu mencapai kapasitas penuh karena masyarakat memiliki beragam pilihan sekolah, baik SMA negeri, SMA swasta maupun SMK swasta di wilayah setempat.

Saat ini SMKN 1 Lunyuk membuka enam program keahlian, yaitu Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Alat Mesin Pertanian (AMP), Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), serta Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR).

Berdasarkan informasi resmi sekolah, pendaftaran dan verifikasi SPMB berlangsung pada 2–17 Juni 2026, seleksi pada 18–20 Juni 2026, pengumuman hasil seleksi pada 22 Juni 2026, serta daftar ulang pada 22–30 Juni 2026.

Namun demikian, salah satu program yang sebelumnya cukup diminati masyarakat, yakni Geologi Pertambangan, belum dapat ditawarkan pada penerimaan tahun ini karena keterbatasan tenaga pendidik.

"Fasilitas dan peralatannya sebenarnya ada. Ruang juga ada. Tetapi gurunya belum tersedia. Karena itu untuk sementara belum kami tawarkan kepada calon peserta didik," jelasnya.

Ia mengakui hingga kini masih ada masyarakat yang menanyakan kemungkinan dibukanya kembali program keahlian tersebut. Tingginya minat terhadap bidang geologi dinilai wajar mengingat Kabupaten Sumbawa memiliki potensi sektor pertambangan yang cukup besar.

Terkait kualitas lulusan, sekolah terus berupaya menyesuaikan kompetensi siswa dengan kebutuhan dunia kerja. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

"Kalau dulu PKL berlangsung sekitar tiga bulan, sekarang menjadi enam bulan. Harapannya siswa lebih matang karena memiliki pengalaman praktik yang lebih banyak sebelum lulus," ujarnya.

Kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri, lanjutnya, saat ini masih didominasi oleh pelaksanaan PKL. Sementara dukungan lain seperti bantuan sarana dan peralatan pembelajaran masih relatif terbatas.

Di sisi lain, Sumartono menilai tantangan terbesar yang dihadapi pendidikan vokasi saat ini adalah ketersediaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia tenaga pendidik.

"Menurut saya yang paling utama adalah SDM guru, baik dari sisi jumlah maupun kompetensinya. Kesempatan mengikuti pelatihan juga masih perlu ditingkatkan," ungkapnya.

Selain itu, keterbatasan anggaran turut menjadi perhatian. Menurutnya, sekolah dihadapkan pada berbagai target peningkatan mutu pendidikan, sementara kemampuan pendanaan yang tersedia masih terbatas.

"Banyak hal yang perlu diperkuat, mulai dari peningkatan kompetensi guru, sarana prasarana, hingga kebutuhan operasional sekolah. Di tengah efisiensi anggaran, sekolah tetap dituntut menghasilkan lulusan yang berkualitas," terangnya.

Menjelang penerimaan peserta didik baru, Sumartono mengimbau orang tua untuk terlibat aktif dalam menentukan pilihan jurusan anak sesuai bakat, minat, dan prospek pengembangannya di masa depan.

"Orang tua perlu membantu anak memilih kompetensi keahlian yang sesuai dengan bakat dan minatnya. Jangan hanya ikut-ikutan teman. Jika belum memahami suatu jurusan, silakan bertanya langsung kepada guru atau pihak sekolah mengenai apa yang dipelajari dan peluang kerjanya nanti," tandasnya.

Menurutnya, keterlibatan orang tua dalam proses pemilihan jurusan sangat penting agar peserta didik dapat menjalani pendidikan dengan lebih optimal dan memiliki arah karier yang jelas setelah lulus.

"Semakin tepat pilihan jurusan yang diambil, semakin besar peluang anak untuk berkembang sesuai potensi yang dimilikinya," pungkasnya. (bgs*)

TrendingMore