Aktivitas pelayanan di RS H.L. Manambai Abdulkadir (RSMA) Sumbawa. (Ade/Lintas Samudera)
Lintassamudera.com - Rumah Sakit H.L. Manambai Abdulkadir (RSMA) di Kabupaten Sumbawa terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan melalui forum evaluasi bersama masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog untuk menghimpun masukan sekaligus memastikan penerapan Standar Pelayanan Minimum (SPM) berjalan sesuai kebutuhan pasien.
Forum yang digelar di Ruang Rapat Utama RSMA pada 25 Juni 2026 itu melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta perwakilan pasien sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan kesehatan.
RSMA menggelar forum evaluasi pelayanan bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan perwakilan pasien untuk menghimpun masukan terkait standar pelayanan di ruang rapat utama RSMA
Direktur RS H.L. Manambai Abdulkadir, dr. Made Sopan Pradnya Nirartha, M.Biomed., Sp.B., melalui Kepala Bidang Pelayanan RSMA, Rini Maharani, S.Farm., Apt., mengatakan evaluasi tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit untuk terus melakukan perbaikan pelayanan.
“Melalui forum ini kami ingin mendengar langsung masukan dari masyarakat, sehingga setiap kebutuhan dan harapan pasien dapat menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan layanan,” kata Rini saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, standar pelayanan minimum yang diterapkan rumah sakit mencakup berbagai aspek, mulai dari waktu tunggu pasien, pelayanan obat, layanan poliklinik hingga prosedur pelayanan di unit perawatan.
“Standar ini menjadi acuan agar pelayanan berjalan sesuai ketentuan. Namun kami juga membutuhkan masukan masyarakat untuk melihat sejauh mana pelaksanaannya di lapangan,” jelasnya.
Kepala Bidang Pelayanan RSMA, Rini Maharani, S.Farm., Apt., (Ade/Lintas Samudera)
Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah apresiasi terhadap perbaikan layanan yang telah dilakukan RSMA. Selain itu, terdapat pula beberapa masukan terkait penyampaian informasi pelayanan dan kebijakan kesehatan kepada masyarakat.
Rini menerangkan, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah terkait perubahan aturan BPJS Kesehatan yang terkadang membuat pasien membutuhkan penjelasan lebih lanjut saat mengakses layanan.
“Persoalan BPJS lebih banyak berkaitan dengan kebijakan dan administrasi. Karena itu, koordinasi serta sosialisasi kepada masyarakat terus kami perkuat agar informasi yang diterima lebih jelas,” terangnya.
Menurutnya, rumah sakit juga rutin melakukan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebagai bagian dari evaluasi pelayanan. Survei dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien sekaligus menjadi dasar perbaikan.
“Hasil evaluasi dan survei menjadi bahan kami untuk melihat apa yang perlu ditingkatkan, sehingga pelayanan dapat terus berkembang,” ujarnya.
Terkait waktu tunggu di poliklinik, manajemen menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi beberapa faktor, termasuk jadwal dokter yang juga menjalankan pelayanan di ruang perawatan.
“Dokter tidak hanya melayani pasien poliklinik, tetapi juga melakukan visite pasien rawat inap. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi waktu pelayanan,” ungkapnya.
RSMA memastikan seluruh pasien mendapatkan standar pelayanan medis yang sama, baik pasien BPJS maupun pasien umum. Perbedaan layanan hanya berkaitan dengan ketentuan hak ruang perawatan sesuai aturan yang berlaku.
Dalam mendukung transformasi layanan kesehatan, RSMA juga terus mengembangkan digitalisasi melalui layanan pendaftaran online dan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME).
Rini menyampaikan, penerapan layanan digital masih terus diperkenalkan kepada masyarakat agar semakin mudah dimanfaatkan.
“Petugas tetap kami siapkan untuk membantu pasien yang mengalami kendala dalam penggunaan layanan digital,” ucapnya.
Selain penguatan sistem layanan, rumah sakit juga melakukan pengembangan sumber daya manusia dan fasilitas kesehatan, termasuk pemenuhan kebutuhan dokter spesialis serta penguatan layanan unggulan.
Pengembangan fasilitas tahun 2026 diarahkan untuk mendukung berbagai layanan kesehatan, seperti onkologi, bedah saraf, urologi, bedah anak, cathlab, klinik tumbuh kembang anak, PICU, hingga layanan homecare.
Rini menegaskan RSMA akan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik.
“Kami berharap kolaborasi antara rumah sakit dan masyarakat terus berjalan, sehingga pelayanan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (ade)
Reporter : Ade Ikhsan Jaya | Editor : Bagus Setyabudi
