masukkan script iklan disini
Lintassamudera.com – Di tengah keterbatasan fasilitas latihan, Cabang Olahraga Muaythai Kabupaten Sumbawa berhasil mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Hanya membawa delapan atlet, kontingen Muaythai Sumbawa pulang dengan raihan dua medali emas, empat perak, dan satu perunggu.
Prestasi itu menjadi bukti bahwa semangat juang dan kerja keras mampu menembus berbagai keterbatasan. Dari delapan atlet yang diturunkan, tujuh di antaranya berhasil naik podium dan mempersembahkan medali untuk Kabupaten Sumbawa.
Ketua Cabang Olahraga Muaythai Kabupaten Sumbawa, Syahruddin Sandy LB, mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, hasil yang diraih telah sesuai dengan target yang ditetapkan sebelum keberangkatan ke Porprov NTB 2026 yang berlangsung di GOR Pemuda, Jalan Pendidikan, Kota Mataram, pada 20–25 Juli 2026.
"Alhamdulillah, kami bersyukur. Dengan keterbatasan yang ada, Muaythai Sumbawa mampu meraih dua emas, empat perak, dan satu perunggu. Dari delapan atlet yang kami bawa, tujuh berhasil menyumbangkan medali untuk daerah," ujar pria yang akrab disapa Sandy kepada media ini, Rabu (29/07/2026).
Bagi Sandy, keberhasilan tersebut tidak lahir secara instan. Keseriusan atlet dalam berlatih dan dedikasi para pelatih menjadi faktor utama yang mengantar Muaythai Sumbawa menembus persaingan ketat antar daerah.
"Para atlet berlatih dengan sungguh-sungguh. Begitu juga pelatih yang bekerja keras demi membawa nama baik Kabupaten Sumbawa. Walaupun fasilitas latihan masih terbatas, mereka mampu menunjukkan hasil yang membanggakan," katanya.
Raihan dua medali emas tersebut, lanjut Sandy, memang menjadi target realistis yang telah dipasang pengurus sejak awal. Karena itu, hasil yang diperoleh dianggap sebagai pencapaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi modal penting menghadapi agenda olahraga yang lebih besar.
Ia juga mengapresiasi dukungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang selama ini memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet.
"Terima kasih kepada KONI, pemerintah daerah, masyarakat, dan semua pihak yang terus memberikan dukungan. Mudah-mudahan ke depan perhatian terhadap atlet semakin meningkat," ujarnya.
Meski berhasil memenuhi target, Sandy mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Salah satu kebutuhan mendesak adalah penyediaan sarana latihan yang lebih memadai, termasuk ring pertandingan yang selama ini belum dimiliki.
Menurutnya, keberadaan ring sangat penting agar atlet dapat berlatih dengan kondisi yang mendekati suasana pertandingan sebenarnya. Selain itu, pengurus juga berencana memperluas pembinaan dengan membuka pusat-pusat latihan baru di berbagai wilayah Kabupaten Sumbawa.
"Kami akan terus memperjuangkan kebutuhan atlet, baik peralatan maupun fasilitas latihan. Harapan kami, ke depan Muaythai Sumbawa memiliki ring sendiri sehingga pembinaan bisa lebih maksimal," katanya.
Kini, setelah Porprov NTB 2026 berakhir, fokus pengurus beralih pada persiapan menghadapi kejuaraan nasional serta pembinaan jangka panjang menuju PON 2028. Sandy optimistis atlet-atlet muda Sumbawa memiliki potensi untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
"Kami yakin atlet-atlet Sumbawa mampu berprestasi di tingkat nasional. Karena itu, pembinaan harus dipersiapkan dari sekarang agar target menuju PON 2028 bisa tercapai," tegasnya.
Di balik kilau medali yang menggantung di dada para atlet, tersimpan cerita tentang latihan tanpa mengenal lelah, keterbatasan yang tidak dijadikan alasan, serta tekad untuk mengharumkan nama daerah. Dari sudut Pulau Sumbawa, Muaythai menunjukkan bahwa prestasi besar tidak selalu lahir dari fasilitas mewah, melainkan dari semangat yang tidak pernah menyerah. (bgs)

