masukkan script iklan disini
Dompu,-Dalam rangka pelaksanaan program Listrik Pedesaan (Lisdes) tahun 2026-2029, Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan dan Pemerintah Desa (DP-MPD) Arif Hidayatullah, SE. menghadiri sinkronisasi usulan program Listrik Pedesaan dari Pemerintah Daerah dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.
Kegiatan yang diadakan oleh Kementerian dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Dirjen Ketenagalistrikan RI ini berlangsung di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat selama dua hari Selasa-Rabu, 20-21 Oktober 2026 ikut dihadiri Bupati Sumbawa, Kepala Dinas ESDM Propinsi NTB, serta perwakilan Bupati/Walikota se-NTB.
Bupati Dompu Bambang Firdaus SE pada kesempatan itu menyampaikan, listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat, tanpa Listrik kita tidak bisa meningkatkan derajat kehidupan baik itu Kesehatan, Pendidikan, Sosial dan berbagai bidang lainnya.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Dompu, masih terdapat masyarakat diwilayah pedesaan yang belum memperoleh listrik memadai, apalagi beberapa Listrik yang dimiliki masyarakat saat sekarang masih menumpang dengan tetangganya.
Saat ini di Kabupaten Dompu tercatat 1.431 titik yang tersebar disejumlah wilayah di Kabupaten belum memperoleh aliran listrik.
"Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian kami dalam mendorong pemerataan layanan bagi masyarakat,”ucapnya.
Bupati Bambang Firdaus menegaskan, pemenuhan akses listrik membutuhkan dukungan dan kolaborasi lintas Pemerintahan. Menurutnya, percepatan elektrifikasi tidak hanya menyangkut pembangunan jaringan, masyarakat penerima manfaat juga perlu mendapatkan instalasi dan perangkat pendukung yang memenuhi standar.
“Pemkab Dompu menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan Program Lisdes 2026-2029 melalui Kerjasama dengan Kementerian ESDM,"tegasnya.
Sebelumya, Ahmad Amiruddin ST., Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, dalam pemaparannya menyampaikan keterlibatan aktif pemerintah daerah Kabupaten /Kota dihadirkan guna memastikan pemetaan usulan Lokasi Lisdes benar-benar selaras dengan kebutuhan riil dilapangan serta tepat sasaran.
Sinkronisasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan perencaan listrik desa dapat dilakukan secara terpadu berdasarkan kebutuhan wilayah masing-masing.
“Kolaborasi antara Kementerian ESDM, Pemda dan PLN menjadi kunci agar target elektrifikasi dapat didorong secara optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Masyarakat,"jelas Amiruddin.
Berdasarkan hasil sinkronisasi usulan data listrik antar Desa di wilayah Pemkab Dompu didapatkan hasil, Pertama, Wilayah atau lokasi yang belum sama sekali mendapatkan jaringan listrik seperti pasar Minggu Desa Pekat, bukit mente Desa Kadindi, kampung Bali Desa Nanga Miro, Dusun Montong Desa Kadindi dan dam mila Desa Bakajaya.
Kedua, masyarakat yang belum memilki Kwh meter (belum pasang jaringan listrik) yaitu sebanyak 1.431 KK dan Ketiga, dari dua kelompok data itu untuk sementara diterima semua dulu oleh Kementrian selanjutnya akan dilakukan verifikasi faktual oleh Kementerian ESDM.(Amin)

