Sumbawa Besar,-Sebanyak 81 calon jamaah haji dari tujuh kecamatan di Kabupaten Sumbawa mengikuti Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Zona I tingkat kecamatan yang digelar di Masjid Jami’ Al-Falah, Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Selasa (10/02/2026).
Kegiatan tersebut diikuti jamaah dari Kecamatan Sumbawa, Labuhan Badas, Moyo Hulu, Lenangguar, Lunyuk, Lantung, dan Orong Telu. Pembekalan ibadah ini dilaksanakan dalam empat kali pertemuan, yakni pada 10, 11, 12, dan 14 Februari 2026.
Kepala KUA Kecamatan Sumbawa, H. L. Zainul Taufiqurrahman, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus kemandirian jamaah dalam melaksanakan ibadah haji.
“Melalui bimbingan ini diharapkan jamaah memahami seluruh rangkaian ibadah haji, mulai dari pra-embarkasi hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci,” kata Miq Zainul, sapaan akrabnya.
Miq Zainul menjelaskan, pelaksanaan bimbingan mengacu pada regulasi terbaru tentang penyelenggaraan haji dan umrah serta pedoman manasik haji terintegrasi tahun 1447 H/2026 M.
“Regulasi ini menjadi pedoman agar penyelenggaraan kegiatan berjalan terarah, terstandar, dan sesuai ketentuan pemerintah,” jelasnya.
Dari total 81 jamaah, Kecamatan Sumbawa menjadi peserta terbanyak dengan 39 orang. Disusul Moyo Hulu 15 orang, Labuhan Badas 14 orang, Lunyuk 5 orang, serta Lenangguar dan Orong Telu masing-masing 3 orang. Adapun Lantung tercatat 2 orang.
Materi pembekalan meliputi persiapan pra-embarkasi, layanan serta tata cara ibadah di Madinah, Makkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Jamaah juga mengikuti praktik umrah dan haji sebagai simulasi pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Seluruh rangkaian pelatihan ibadah tersebut dipandu narasumber yang telah bersertifikat pembimbing haji.
Menurut Miq Zainul, kegiatan tingkat kecamatan ini merupakan bagian dari upaya mendekatkan layanan kepada jamaah agar lebih siap secara fisik, mental, dan pemahaman sebelum keberangkatan pada musim haji 1447 H/2026 M.
Bimbingan tingkat kecamatan ini menjadi bagian dari persiapan awal sebelum jamaah mengikuti pembekalan tingkat kabupaten dan proses embarkasi, sebagai tahapan menuju keberangkatan ke Tanah Suci.
“Kami berharap seluruh jamaah dapat mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh sehingga ibadah haji dapat dilaksanakan dengan tertib dan lancar,” pungkasnya.(din)
