Ramadhan di SMKN 4 Mataram: IMTAK Pagi hingga Pesantren Kilat Warnai Kegiatan Siswa
Mataram, lintassamudera.com — Suasana religius terasa di lingkungan SMKN 4 Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, selama bulan suci Ramadan. Sejak pagi hari, para siswa memulai aktivitas dengan kegiatan keimanan dan ketakwaan (IMTAK) sebelum melanjutkan pembelajaran di kelas seperti biasa.
Di salah satu sudut sekolah, sekelompok siswa tampak khusyuk membaca Al-Qur’an. Sementara di ruang lain, siswa yang beragama non-Muslim mengikuti kegiatan keagamaan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari rangkaian program pembinaan karakter yang dilaksanakan sekolah selama Ramadan.
Kepala sekolah SMKN 4 Kota Mataram melalui Bidang Kurikulum Kesiswaan Marswan menjelaskan, selama bulan Ramadan sekolah menerapkan pola pembelajaran yang telah disesuaikan dengan arahan dari dinas pendidikan.
“Selama bulan Ramadan ini ada petunjuk khusus dari dinas terkait dengan model pembelajaran di sekolah. Lima belas menit pertama digunakan untuk kegiatan IMTAK. Bagi siswa yang beragama Islam diisi dengan tadarus Al-Qur’an, sedangkan siswa non-Muslim melaksanakan kegiatan keagamaan sesuai keyakinannya,” ujarnya kepada media ini, Rabu (11/03/2026).
“Setelah kegiatan IMTAK, pembelajaran berjalan normal sampai sekitar pukul 12.30. Sambil menunggu azan Zuhur, siswa Muslim melaksanakan salat berjamaah dan kultum, sedangkan siswa yang beragama lain melakukan kegiatan di ruang masing-masing,” jelasnya.
Selain kegiatan rutin harian, sekolah juga menggelar pesantren kilat sebagai bagian dari pembinaan keagamaan selama Ramadan. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara khusus pada hari Jumat.
Menariknya, kegiatan pembinaan keagamaan juga melibatkan siswa non-Muslim. Mereka mengikuti kegiatan keagamaan di tempat ibadah sesuai agamanya masing-masing.
“Untuk kegiatan pesantren kilat biasanya dilaksanakan pada hari Jumat. Siswa Muslim mengikuti kegiatan di sekolah, sedangkan siswa non-Muslim, khususnya yang beragama Hindu, melaksanakan kegiatan ibadah di Pura Mayura Cakranegara,” terangnya.
Di tengah rangkaian kegiatan Ramadan tersebut, sekolah juga sedang melaksanakan ujian tengah semester bagi para siswa. Meski demikian, kegiatan pembinaan karakter tetap berjalan seiring dengan aktivitas akademik.
Marswan menilai partisipasi siswa dalam kegiatan Ramadan cukup baik, meskipun ada tantangan tersendiri selama bulan puasa.
“Alhamdulillah partisipasi siswa cukup baik. Memang ada beberapa siswa yang kadang terlambat datang karena bangun kesiangan atau mengantuk di kelas saat berpuasa, tetapi itu hal yang wajar,” katanya.
Untuk menjaga kedisiplinan, sekolah menerapkan aturan yang cukup tegas terkait keterlambatan siswa.
“Jika ada siswa yang terlambat, namanya dicatat di buku khusus di depan gerbang. Jika datang melewati pukul 07.30, pintu gerbang akan ditutup dan kasusnya akan ditindaklanjuti oleh guru Bimbingan Konseling hingga pemanggilan orang tua,” tambahnya.
Selain fokus pada pembinaan karakter religius, sekolah juga terus mengembangkan program unggulan berbasis keahlian sesuai dengan jurusan yang dimiliki.
Salah satu program yang sedang dikembangkan adalah Teaching Factory (TEFA), yakni model pembelajaran yang dirancang mengikuti standar operasional kerja di dunia industri.
“Program unggulan kami bergantung pada masing-masing jurusan. Saat ini kami mengembangkan program Teaching Factory yang menyesuaikan pembelajaran dengan standar kerja di industri,” ucapnya.
Di SMKN 4 Mataram sendiri terdapat sejumlah program keahlian seperti perhotelan, kuliner, kecantikan, busana, hingga Usaha Perjalanan Wisata (UPW) yang terus dikembangkan secara bertahap.
Di tengah dinamika pendidikan saat ini, Marswan berharap siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
“Yang paling penting adalah kedisiplinan dan pembentukan karakter siswa. Kami sebagai guru berusaha menegakkan aturan sekaligus membina mereka agar menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.
Bagi SMKN 4 Mataram, Ramadan bukan sekadar momentum kegiatan keagamaan tahunan. Bulan suci ini menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan nilai spiritual, kedisiplinan, serta pembinaan karakter bagi para siswa di lingkungan sekolah. (ind)
Reporter : Winda Widia Ningsih
Editor : Bagus Setyabudi