Gedung RSUD Sering, Kabupaten Sumbawa, yang tengah dipersiapkan sebagai pusat layanan kesehatan modern guna meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat
Sumbawa – Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa tetap berjalan normal selama bulan suci Ramadhan. Manajemen rumah sakit memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan medis secara optimal, meskipun sebagian instansi menyesuaikan jam kerja selama bulan puasa.
Direktur Pelayanan RSUD Sumbawa, dr. Mega Harta, menegaskan bahwa seluruh layanan kesehatan di rumah sakit tersebut tetap beroperasi seperti biasa.
“Intinya pelayanan berjalan normal di RSUD. Kebutuhan layanan kesehatan tidak mengenal waktu, termasuk selama bulan Ramadhan,” ujar dr. Mega Harta.
Menurutnya, dokter spesialis tetap disiagakan sesuai jadwal pelayanan, sementara tenaga medis dan petugas kesehatan lainnya terus menjalankan tugas seperti biasa guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kegawatdaruratan selama 24 jam. Unit ini siap menangani berbagai kondisi darurat, mulai dari kecelakaan, penyakit mendadak, hingga kasus medis kritis lainnya.
Meski jadwal pelayanan poli klinik menyesuaikan waktu kerja menjelang libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, layanan kegawatdaruratan tetap berjalan tanpa henti.
Komitmen tersebut, menurut dr. Mega Harta, menjadi bagian dari upaya RSUD Sumbawa untuk memastikan masyarakat tetap merasa aman dan terlindungi selama menjalankan ibadah puasa.
“Di tengah suasana Ramadhan, kami ingin memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap maksimal,” katanya.
Harapan Besar pada RSUD Sering
Di tengah pelayanan yang terus berjalan, RSUD Sumbawa juga tengah menyiapkan tonggak penting dalam pengembangan layanan kesehatan daerah, yakni pembangunan RSUD Sumbawa di kawasan Sering.
Rumah sakit baru tersebut diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan yang lebih modern dan representatif bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa.
Namun, untuk menyelesaikan tahap akhir pembangunan, termasuk penataan kawasan dan fasilitas pendukung, rumah sakit masih membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp130 miliar.
“Kami berharap dukungan dari Kementerian Kesehatan RI dapat terealisasi sehingga pembangunan RSUD Sumbawa di Sering bisa rampung secara keseluruhan,” ujar dr. Mega Harta.
Saat ini, proses koordinasi dengan Kementerian Kesehatan telah memasuki tahap pembahasan teknis (desk) dan menunggu penerbitan Peraturan Presiden sebagai dasar realisasi dukungan anggaran tersebut.
Jika rampung, RSUD Sering diharapkan mampu menghadirkan fasilitas layanan kesehatan yang lebih lengkap, ruang pelayanan yang lebih memadai, serta sarana medis yang lebih modern.
Komitmen Pelayanan untuk Masyarakat
Manajemen RSUD Sumbawa menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama, baik dalam kondisi normal, selama bulan Ramadhan, maupun menjelang hari besar keagamaan.
Dengan pelayanan yang terus berjalan serta pengembangan fasilitas kesehatan yang sedang diperjuangkan, RSUD Sumbawa berharap dapat memberikan layanan kesehatan yang semakin berkualitas, merata, dan mudah diakses oleh masyarakat. (*)