Lintassamudera.com – Antusias masyarakat Kabupaten Sumbawa dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dinilai terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal itu terlihat dari semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melaksanakan ibadah kurban.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, DGH. Faisal, S.Ag., M.M.Inov, mengatakan peningkatan tersebut tampak dari bertambahnya jumlah hewan kurban di berbagai masjid maupun lembaga pendidikan.
“Sekarang masyarakat sudah mulai menyiapkan kurban sejak awal tahun dengan cara menabung atau mencicil. Bahkan ada yang cukup menyisihkan sekitar Rp150 ribu per bulan sehingga dalam setahun tujuh orang bisa membeli satu ekor sapi untuk kurban,” ujarnya saat ditemui wartawan, Jumat (22/05/2026).
Menurut Faisal, pola tersebut kini mulai diterapkan di sejumlah sekolah dan lingkungan masyarakat sebagai bentuk edukasi nilai keagamaan dan kepedulian sosial.
Ia mencontohkan salah satu madrasah di Kabupaten Sumbawa yang mampu menghimpun hingga delapan ekor sapi kurban dari para guru dan warga sekolah.
Selain itu, meningkatnya jumlah hewan kurban di berbagai wilayah juga disebut menjadi indikator tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam berbagi kepada sesama.
“Kalau sebelumnya satu masjid hanya tiga ekor sapi, sekarang bisa empat sampai lima ekor. Ini menunjukkan semangat berkurban masyarakat semakin baik,” katanya.
Faisal menegaskan bahwa esensi utama Idul Adha bukan semata tentang penyembelihan hewan kurban, melainkan pembelajaran tentang keikhlasan dan pengorbanan demi ketaatan kepada Allah SWT.
Ia menjelaskan, kisah Nabi Ibrahim AS menjadi teladan bagaimana kecintaan kepada Allah harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi, harta, maupun keluarga.
“Kurban mengajarkan kita untuk rela mengorbankan sesuatu yang dicintai demi ketaatan kepada Allah. Nilai inilah yang harus dipahami masyarakat,” tuturnya.
Selain nilai spiritual, Idul Adha juga dinilai memiliki makna sosial yang sangat kuat karena mengajarkan solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Nilai solidaritas dan kebersamaan sangat terasa dalam ibadah kurban. Dari orang yang memiliki kemudian dibagikan kepada yang membutuhkan,” ucapnya.
Dalam pelaksanaan kurban, Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui masjid, majelis taklim, penyuluh agama, hingga Kantor Urusan Agama (KUA) di setiap kecamatan.
Edukasi tersebut mencakup tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam hingga sistem pembagian daging kurban yang tepat.
Menurut Faisal, saat ini pemerintah daerah bersama berbagai pihak juga terus mendorong peningkatan jumlah Juru Sembelih Halal (JULEHA) bersertifikat di Kabupaten Sumbawa.
“Kami berharap setiap kecamatan nantinya memiliki JULEHA bersertifikat agar proses penyembelihan benar-benar sesuai syariat dan memperhatikan aspek kesejahteraan hewan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyuluh agama Islam di 24 kecamatan juga disiagakan untuk memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan kurban maupun salat Idul Adha.
Menjelang Idul Adha, Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa juga mengimbau masyarakat agar tidak hanya memaknai Idul Adha sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi mampu mengambil hikmah dari nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial.
“Kami berharap masyarakat dapat mengambil nilai-nilai sunnah di bulan Dzulhijjah dan menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial serta kebersamaan,” pungkasnya. (ade*)
Reporter: Ade Ikhsan Jaya | Editor: Bagus Setyabudi
