Retno Wulan, Kasi Perekonomian Kecamatan Taman, memberikan keterangan kepada wartawan terkait perkembangan program KDMP di wilayah Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. (Taufiq/Lintas Samudera)
Sejumlah desa telah menyelesaikan tahapan pembentukan KDMP. Pemerintah Kecamatan Taman fokus pada penguatan kelembagaan, legalitas, dan kemitraan untuk mendorong manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Lintassamudera.com – Pemerintah Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, terus memperkuat pendampingan terhadap program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) seiring selesainya tahapan pembentukan di sejumlah desa. Fokus berikutnya diarahkan pada penguatan kelembagaan, legalitas, serta persiapan operasional agar koperasi dapat segera memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Camat Taman Ahmad Fauzi melalui Kasi Perekonomian Kecamatan Taman, Retno Wulan, mengatakan sebagian besar desa telah menyelesaikan proses pembentukan KDMP dan kini memasuki tahap penguatan organisasi serta persiapan operasional.
"Kami terus melakukan pembinaan kepada pengurus KDMP agar koperasi yang sudah terbentuk dapat segera beroperasi dan menjalin kerja sama dengan berbagai stakeholder," ujar Retno Wulan saat dikonfirmasi wartawan di Kantor Kecamatan Taman, Selasa (02/06/2026).
Menurutnya, sejumlah desa telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Desa Tawangsari telah menyelesaikan tahapan yang dipersyaratkan dan siap memasuki tahap operasional. Sementara Desa Jemundo dan Bohar juga telah menyelesaikan proses yang menjadi bagian dari program tersebut.
Adapun beberapa desa lainnya masih menjalani tahapan administrasi maupun persiapan pembangunan sarana pendukung. Untuk Desa Gilang, pembentukan KDMP telah dilakukan sejak awal pelaksanaan program dan saat ini tinggal menunggu jadwal pelaksanaan pembangunan.
"Secara kelembagaan tidak ada kendala berarti. Desa Gilang tinggal menunggu tahapan berikutnya sesuai jadwal pelaksanaan," jelasnya.
Retno menuturkan program KDMP dirancang untuk memperkuat perekonomian desa melalui penyediaan kebutuhan pokok masyarakat, pengembangan usaha produktif, serta membuka peluang kemitraan dengan berbagai pihak.
Selain itu, koperasi juga diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan produk unggulan desa dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat setempat.
Dalam mendukung keberhasilan program tersebut, Kecamatan Taman secara rutin melakukan pembinaan dan fasilitasi kepada pengurus koperasi. Pendampingan itu meliputi pengelolaan administrasi, tata kelola organisasi, hingga pengembangan jaringan kemitraan dengan lembaga perbankan dan stakeholder lainnya.
"Kami memberikan pendampingan agar pengurus memahami tata kelola koperasi, administrasi, hingga peluang kerja sama dengan berbagai stakeholder," katanya.
Meski demikian, beberapa desa masih menghadapi tantangan, terutama terkait penyediaan lahan dan penyelesaian aspek administrasi. Karena itu, pemerintah kecamatan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, instansi teknis, dan pihak terkait agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan.
Selain melakukan pendampingan, Kecamatan Taman juga melaksanakan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan KDMP. Hasil pemantauan tersebut menjadi bagian dari laporan kepada dinas terkait sebagai bahan evaluasi dan penguatan program.
"Kami ingin koperasi yang dibentuk benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mampu berkembang secara berkelanjutan," ujarnya.
Hingga akhir tahun 2026, Kecamatan Taman menargetkan seluruh tahapan penguatan KDMP yang masuk dalam program prioritas dapat diselesaikan sehingga koperasi mampu beroperasi secara optimal dan menjadi salah satu penggerak ekonomi desa.
Retno juga mengajak pemerintah desa, pengurus koperasi, dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberadaan KDMP agar tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang sehat, mandiri, dan dipercaya masyarakat.
"Kami berharap semua pihak memberikan dukungan dan kepercayaan kepada KDMP sehingga keberadaannya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat desa," pungkasnya. (fiq)
Reporter : Taufiq Rianto | Editor : Bagus Setyabudi
