masukkan script iklan disini
Kepala Desa Labuhan Sumbawa, Kamiruddin, S.AP., M.M.Inov., (Lintas Samudera/Ade)
Lintassamudera.com – Bukan sekadar menjalankan pemerintahan desa, Kepala Desa Labuhan Sumbawa Kamiruddin terus memperkuat pelayanan publik sekaligus mengembangkan berbagai potensi desa meski menghadapi penurunan anggaran.
Saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (8/7/2026), Kamiruddin menegaskan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas meskipun kemampuan keuangan desa mengalami penyesuaian.
"Pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas. Kami terus turun ke lapangan dan meminta laporan rutin dari perangkat desa agar setiap persoalan warga bisa segera ditindaklanjuti," katanya.
Kamiruddin menjelaskan Desa Labuhan Sumbawa memiliki sembilan dusun, 80 RT, 30 RW dengan jumlah penduduk mendekati 15 ribu jiwa serta 17 Posyandu. Kondisi tersebut membuat kebutuhan pelayanan dan operasional desa relatif lebih besar dibandingkan desa lain.
Ia mengatakan kebijakan efisiensi anggaran berdampak pada penurunan Dana Desa, Alokasi Dana Desa, hingga Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD). Akibatnya, pemerintah desa melakukan penyesuaian terhadap sejumlah program, termasuk operasional pemerintahan, honor kader Posyandu, RT, RW, dan bantuan operasional PAUD.
Meski demikian, setiap kebijakan tetap dibahas melalui musyawarah mulai tingkat RT, dusun hingga desa sebagai wujud transparansi kepada masyarakat.
"Kami tetap mengutamakan musyawarah dan keterbukaan agar setiap kebijakan dapat dipahami bersama," ujarnya.
Selain pelayanan publik, pemerintah desa terus mengembangkan potensi wisata Pantai Jempol, Saliper Ate, Samota, dan kawasan pelabuhan. Namun, retribusi objek wisata masih menjadi kewenangan pemerintah daerah sehingga belum menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes).
Sebagai alternatif, desa mengembangkan layanan desa digital melalui WiFi desa yang menghasilkan PADes sekitar Rp16 juta. Pelayanan berbasis digital juga terus dikembangkan untuk mempermudah akses layanan masyarakat meski di tengah keterbatasan anggaran.
Di bidang ekonomi, pemerintah desa memperkuat pembinaan UMKM melalui pelatihan keterampilan dan pemasaran digital bekerja sama dengan sejumlah lembaga. Selain itu, desa merencanakan pembangunan 10 unit kios di samping pasar sebagai ruang usaha bagi pelaku UMKM.
Bagi masyarakat pesisir, pemerintah desa juga mendukung pengembangan sekitar 10 unit rumpon untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan dengan tetap menjaga keseimbangan antara aktivitas perikanan, lingkungan, dan kawasan wisata.
Sementara itu, kondisi jalan desa secara umum dinilai masih baik. Pemerintah desa juga terus mendata jalan yang mengalami kerusakan serta mendorong pengerukan drainase dan sedimentasi sungai guna mengurangi risiko genangan.
Dalam penyaluran bantuan sosial, pemerintah desa melakukan verifikasi lapangan terhadap data penerima agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Kamiruddin menegaskan keberhasilan pembangunan memerlukan dukungan seluruh masyarakat.
"Kami berharap masyarakat ikut menjaga setiap hasil pembangunan desa. Fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran negara adalah milik bersama sehingga harus dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," jelasnya.
Menurutnya, fokus pembangunan lima tahun ke depan diarahkan pada peningkatan pelayanan publik, ketepatan sasaran bantuan sosial, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, serta optimalisasi potensi desa untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
"Harapan kami, pelayanan kepada masyarakat semakin baik, potensi desa terus berkembang, dan seluruh program benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (ade*)

