masukkan script iklan disini
Sumbawa Besar, lintassamudera.com — Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa menggelar Rapat Komite dan simulasi table top untuk menguji kesiapan serta memperkuat koordinasi penanganan keadaan darurat, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang serbaguna kantor UPBU tersebut membahas potensi gangguan keamanan hingga kecelakaan pesawat, baik di dalam maupun di luar kawasan bandara.
Kepala Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, Tri Pono Basuki Wijianto, menekankan pentingnya pemahaman tugas dan tanggung jawab setiap unsur dalam menghadapi situasi darurat.
Melalui simulasi ini, kesiapan personel, alur komunikasi, pelaporan, serta koordinasi antarunsur menjadi aspek yang dibahas untuk mendukung respons yang cepat dan tepat.
Kegiatan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan serta Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP.479 Tahun 2015 mengenai rencana penanggulangan keadaan darurat bandar udara.
Evaluasi melalui forum ini diharapkan membantu mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki sehingga penanganan keadaan darurat dapat berjalan lebih terkoordinasi dan keselamatan penerbangan tetap terjaga. (ls)

