Top Menu

daerahnews

Industri Air Minum Kemasan Semongkat, Penopang Ekonomi dan Lapangan Kerja

Redaksi
Rabu, 21 Januari 2026, Januari 21, 2026 WAT
Last Updated 2026-01-22T04:35:01Z
Sumbawa, lintassamudera.com —
Di balik jalur lintas Semongkat yang membelah perbukitan Sumbawa, aktivitas di sebuah pabrik air minum kemasan berjalan nyaris tanpa jeda. Deru mesin pengemasan terdengar sejak pagi, sementara botol dan gelas kosong melaju di atas konveyor, melewati proses sterilisasi sebelum keluar dalam kondisi tersegel rapi. Dari ruang produksi yang bersih dan terjaga itulah, air minum kemasan bermerek Semongkat diproses berlapis sebelum sampai ke tangan konsumen.

Bukan hanya memasok kebutuhan air minum masyarakat, PT Samawa Tirta Alam juga tumbuh dan bertahan lebih dari satu dekade sebagai salah satu penopang ekonomi lokal serta penyedia lapangan kerja di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Air minum kemasan bermerek Semongkat yang beredar di pasaran tidak diambil dari mata air terbuka. Air tersebut bersumber dari aliran air bawah tanah yang diangkat melalui sumur bor dalam dengan kedalaman 128 meter di area pabrik. Dari perut bumi itulah, air diproses secara berlapis sebelum akhirnya sampai ke tangan konsumen.
“Air kami berasal dari sumur bor dalam yang berada di kawasan pabrik. Air tersebut ditampung lebih dulu di dalam pabrik dan diproses secara ketat sesuai standar,” ujar Wakil Manajemen PT Samawa Tirta Alam, Gema Haryadi Ayatullah, Rabu (21/01/2026) siang.

Di dalam pabrik, air tidak langsung dikemas. Air terlebih dahulu ditampung di tiga tandon penampungan, kemudian disaring menggunakan dua filter silika dan dua filter karbon. Proses penyaringan dilanjutkan dengan cartridge filter berukuran lima mikron, tiga mikron, dan satu mikron. Setelah melewati penyinaran ultraviolet (UV), air ditampung di tangki setengah jadi.

Tahap berikutnya, air dicampur dengan ozon sebelum masuk ke tangki produk jadi. Dari sana, air dialirkan ke mesin pengemasan yang telah dilengkapi sistem sterilisasi, kemudian diisi ke dalam gelas, botol, atau galon dan disegel.

“Setiap hari ada pengambilan sampel oleh analis dan Quality Control. Air diendapkan selama dua hari dan baru boleh didistribusikan setelah hasil uji laboratorium menyatakan layak,” jelas Gema.

Distribusi air minum kemasan Semongkat menjangkau wilayah Sumbawa, Empang, hingga Taliwang. Seluruh produk yang beredar merupakan air yang telah melalui uji fisika dan biologi sesuai standar yang ditetapkan.

Berdiri Sejak 2012 dan Menjaga Kepercayaan Publik

PT Samawa Tirta Alam berdiri pada 25 Desember 2012 dan telah beroperasi sekitar 14 tahun. Pemilihan nama Semongkat merujuk pada lokasi pabrik yang berada di Jalan Semongkat Kilometer 6, bukan pada pengambilan air dari mata air terbuka di kawasan tersebut.

Sebelum pengeboran dilakukan, perusahaan terlebih dahulu menggunakan metode geolistrik untuk memastikan keberadaan serta potensi debit air bawah tanah. Hasil kajian menunjukkan aliran air yang stabil dan hingga kini masih terjaga keberlanjutannya.

“Kami membangun kepercayaan konsumen dengan menunjukkan hasil uji laboratorium. Itu merupakan kewajiban kami sesuai aturan BPOM dan menjadi bukti bahwa kualitas produk selalu kami jaga,” ungkapnya.

Perusahaan juga menjaga Total Dissolved Solids (TDS) pada kisaran 75–80. Konsistensi kualitas tersebut membuat PT Samawa Tirta Alam dipercaya bermitra dengan perusahaan nasional, PT Garudafood, dalam produksi minuman Monty dan Okky Jelly Drink.

“Kualitas tetap menjadi prioritas utama, karena air adalah kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Gema.

Seluruh proses produksi mengikuti standar SNI, BPOM, serta sertifikasi halal. Karyawan wajib menggunakan pakaian khusus dan bekerja di area steril. Pengujian internal dilakukan setiap hari, sementara uji eksternal air baku dilakukan setiap enam bulan dan uji produk setahun sekali melalui lembaga independen.

Dalam aspek lingkungan, perusahaan mengantongi Surat Izin Pengambilan Air Tanah (SIPA) dan membangun kolam resapan sebagai bagian dari kewajiban pengelolaan sumber daya air. Air sisa proses yang telah bersih dialirkan kembali ke kolam resapan agar dapat terserap ke dalam tanah. 

“AMDAL selalu kami patuhi dan dilaporkan secara berkala setiap tahun,” katanya.

Selain itu, perusahaan terlibat dalam program penanaman pohon bersama pemerintah serta menyalurkan bantuan air bersih untuk kegiatan sosial dan fasilitas umum sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

Keberadaan pabrik turut membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Saat ini, sekitar 72 karyawan tetap dan kontrak serta sekitar 50 tenaga harian bekerja di PT Samawa Tirta Alam. Seluruh karyawan tetap terdaftar dalam program BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

“Jika terjadi kecelakaan kerja, perusahaan bertanggung jawab penuh,” paparnya.

Distribusi produk dilakukan melalui jaringan toko ritel lokal, sehingga turut melibatkan pelaku usaha kecil di wilayah Sumbawa dan sekitarnya.
Tantangan utama industri air minum kemasan di daerah datang dari faktor cuaca, fluktuasi permintaan akibat aktivitas masyarakat, serta kendala transportasi seperti penutupan jalur penyeberangan. Meski demikian, perusahaan berupaya menjaga ketersediaan stok agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi.

Ke depan, perusahaan berharap iklim usaha semakin kondusif dan proses perizinan dapat berjalan lebih efektif. Mereka juga mendukung hadirnya kembali event-event besar seperti Festival Moyo dan motocross yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi dan budaya Sumbawa.

Di akhir wawancara, Gema menyampaikan pesan kepada masyarakat agar turut menjaga kelestarian lingkungan.
“Jangan buang sampah sembarangan dan jangan menebang pohon secara berlebihan. Jika alam dijaga bersama, ketersediaan air akan tetap lestari,” pungkasnya. (din*)

Reporter: Dinda Nanda Rizty | Editor : Bagus Setyabudi

TrendingMore