Sumbawa, lintassamudera.com — Pemerintah Kecamatan Lunyuk mulai menyiapkan lokasi Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dengan menggelar gotong royong pembersihan lahan, Jum'at (09/01/2026). Langkah ini dilakukan sebagai persiapan menyusul rencana penyerahan satu unit armada pemadam kebakaran dan satu unit ambulans dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Camat Lunyuk Anhuyas, S.STP., M.Si. menjelaskan, kesiapan lokasi menjadi bagian penting sebelum armada tersebut benar-benar dioperasikan di wilayah Lunyuk. Menurutnya, keberadaan armada pemadam tidak bisa dilepaskan dari kesiapan personel dan sarana pendukung lainnya.
“Pak Bupati kemarin, saat kegiatan penanaman pohon, sudah menyampaikan rencana penyerahan satu unit armada damkar dan satu unit ambulans. Namun armada itu belum bisa langsung digunakan jika personelnya belum siap,” jelas Anhuyas kepada media ini.
Ia mengungkapkan, satu unit pemadam kebakaran membutuhkan sedikitnya 16 orang personel agar dapat beroperasi sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hingga kini, pemenuhan sumber daya manusia tersebut masih menunggu kesiapan dari pemerintah kabupaten melalui dinas terkait.
“Kalau personelnya belum terpenuhi, armada belum bisa diserahkan. Karena itu kami menyiapkan dulu lokasinya, jangan sampai armada datang tapi kondisi di lapangan belum siap,” tuturnya.
Selama ini, penanganan kebakaran di Kecamatan Lunyuk masih mengandalkan armada pemadam dari Pos Damkar Kecamatan Lenangguar. Jarak tempuh menuju wilayah Lunyuk mencapai sekitar 55 kilometer, sehingga waktu respons kerap tidak ideal saat terjadi kebakaran.
Kondisi tersebut dinilai membuat penanganan kebakaran belum dapat dilakukan secara maksimal, terutama di desa-desa yang akses jalannya cukup jauh dan tersebar.
“Kalau terjadi kebakaran di Lunyuk, tentu kita harus menunggu armada dari Lenangguar. Jarak yang cukup jauh ini sangat berpengaruh terhadap kecepatan penanganan di lapangan,” ungkap Anhuyas.
Gotong royong pembersihan lahan ini melibatkan unsur pemerintah desa se-Kecamatan Lunyuk. Setiap desa diminta mengirimkan lima orang perwakilan yang terdiri dari kepala desa dan perangkat desa.
“Semua desa turun. Masing-masing desa mengutus lima orang. Kepala Desa Lunyuk Ode hadir, Kepala Desa Sukamaju juga turun langsung. Antusiasme masyarakat sangat tinggi karena ini kebutuhan bersama,” katanya.
Selain pemerintah desa, kegiatan tersebut juga melibatkan pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) setempat serta perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Lunyuk.
Menurut Anhuyas, keberadaan Pos Pemadam Kebakaran di Kecamatan Lunyuk sudah menjadi kebutuhan mendesak, mengingat kejadian kebakaran beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.
“Beberapa kejadian kebakaran pernah terjadi, seperti di Desa Jamu. Dengan adanya pos damkar di Lunyuk, waktu respons bisa ditekan mendekati 15 menit sesuai SOP Damkar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran pos damkar diharapkan dapat mempercepat pertolongan pertama dan meminimalkan kerugian warga saat terjadi kebakaran atau kondisi darurat lainnya.
Terkait waktu peresmian, Camat Lunyuk mengaku belum menerima kepastian tanggal. Namun, ia berharap penyerahan armada dan pengoperasian pos damkar dapat terealisasi dalam waktu dekat.
“Tanggal pastinya kami belum tahu. Tapi harapan kami bulan Januari 2026 ini sudah bisa direalisasikan, karena Pak Bupati sebelumnya sudah menyampaikan kesiapan penyerahan armada,” akunya.
Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kecamatan Lunyuk direncanakan berlokasi di samping Kantor Camat Lunyuk, tepatnya di depan gedung persanggahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Di akhir kegiatan, Anhuyas mengajak masyarakat Kecamatan Lunyuk menjaga semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, terutama di musim hujan yang rawan banjir.
“Saya mengajak masyarakat Lunyuk aktif bergotong royong di lingkungannya masing-masing. Bersihkan lingkungan, jaga alam, dan jangan buang sampah sembarangan. Buanglah sampah ke TPS atau TPA yang semestinya,” pintanya. (fan/bgs)
