Top Menu

Dompunews

Viral Dimedsos, Seorang Bocah SD Diduga Dianiaya Pria Bertato

Redaksi
Jumat, 30 Januari 2026, Januari 30, 2026 WAT
Last Updated 2026-01-30T11:55:51Z
.         foto : hasil rekaman CCTV 

Dompu,-Viral dimedia sosial seorang bocah berstatus pelajar SD diketahui bernama Bari warga Desa Hu'u Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu NTB diduga mendapat penganiayaan dari seorang pria berambut gondrong dan berbadan tato. 

Kejadian itu diketahui melalui rekaman CCTV yang tersebar luas di media sosial dan terjadi pada sebuah Cafe di obyek wisata Lakey Beach Kecamatan Hu'u.

Dari hasil rekaman CCTV tersebut, terlihat oknum pria terduga pelaku penganiaya itu menjambak rambut seorang bocah sembari menarik dan memukulinya hingga korban menangis kesakitan. 

Kejadian yang menghebohkan warga net itu akhirnya menuai kecaman keras publik dan kini kasusnya dalam penanganan Unit PPA Mapolres Dompu.

Kepala DP3A Kabupaten Dompu, Miftahul Suadah, ST yang dikonfirmasi melalui Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak, Yayat Nurhidayat, SKM pada Jum'at (30/01/26) membenarkan hal itu. Diketahui bahwa kejadian tersebut terjadi pada tanggal 16 Januari 2026 dan kasusnya sudah dilaporkan oleh pihak keluarga korban ke Mapolsek Hu'u. 

Namun pihak Mapolsek tidak bisa memprosesnya karena di Mapolsek tidak ada Unit PPA yang mengatasi persoalan anak sehingga pihak keluarga korban langsung melaporkan hal itu di Unit PPA Mapolres Dompu dan kasusnya tengah diproses pihak penyidik setempat.

Apa motifnya sehingga dugaan penganiayaan terhadap anak dibawah umur ini sampai terjadi ? 

Yayat menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan pihak keluarga korban, kejadian berawal ketika korban dengan anak terduga pelaku penganiayaan bertengkar hingga berakhir baku hantam dan dimenangkan oleh korban. Tapi hal itu justru tidak diterima oleh terduga pelaku sehingga terjadilah dugaan penganiayaan pada korban bertempat pada sebuah Cafe di obyek wisata Lakey Beach seperti yang terekam dalam CCTV tersebut.

"Kami dari DP3A begitu mengetahui nya langsung mendatangi keluarga korban dan menangani persoalan ini dengan cepat. Kami tetap mendampingi korban untuk memulihkan psikologis nya yang sempat terganggu akibat trauma dan juga mendampingi korban sampai di APH pula,"jelas Yayat.

Akibat persoalan ini, lanjut Yayat, korban terganggu psikologisnya sehingga tidak berani ke sekolah karena masih ketakutan sehingga Sabtu (31/01/26) besok pihaknya akan mendatangi kediaman korban lagi untuk mendampingi korban masuk sekolah seperti biasanya.

"Korban terganggu psikologis nya karena dugaan penganiayaan tersebut sehingga korban tidak berani masuk sekolah karena SDN 7 Hu'u tempat korban bersekolah berdekatan dengan rumah terduga pelaku penganiayaan,"ujar Yayat kepada sejumlah media via telepon WhatsApp pribadinya.

"Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka memar pada bagian kepala, kaki, tangan dan punggungnya akibat diduga terkena  pukulan benda tumpul,"cetus Yayat.

Sementara Kapolres Dompu yang hendak dilakukan konfirmasi terkait kasus ini melalui Kasi Humas, Iptu. Nyoman sementara waktu belum bisa dihubungi.(ak)

TrendingMore