Top Menu

Kabar SumbawaKesehatanRSMA

Pelayanan RSMA Sumbawa Tetap Normal Selama Ramadhan, Kunjungan Pasien Capai 340 Orang per Hari

Selasa, 10 Maret 2026, Maret 10, 2026 WAT
Last Updated 2026-03-10T22:22:19Z
Suasana aktivitas pelayanan pasien di depan Rumah Sakit H.L. Manambai Abdulkadir tetap berjalan normal selama Ramadhan.

Sumbawa Besar, lintassamudera.com — Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit H.L. Manambai Abdulkadir (RSMA) Pulau Sumbawa tetap berjalan normal selama bulan suci Ramadhan. Meski terdapat penyesuaian jam kerja, aktivitas pelayanan kepada pasien tidak mengalami gangguan.

Direktur RSMA dr. Made Sopan Nirartha, M.Biomed., melalui Kepala Bidang Pelayanan Rini Maharani, S.Farm., Apt., mengatakan bahwa selama Ramadhan rumah sakit hanya menyesuaikan waktu pembukaan loket pendaftaran.

 Kepala Bidang Pelayanan RSMA, Rini   Maharani. (Dinda/Lintas Samudera)

“Selama bulan Ramadhan pelayanan tetap berjalan seperti biasa. Hanya saja jam kerja mundur menjadi pukul 08.00 Wita, sehingga loket pendaftaran baru dibuka pada jam tersebut,” kata Rini saat dikonfirmasi langsung oleh wartawan lintassamudera, Selasa (10/03/2026).

Ia menjelaskan, meskipun terdapat perubahan waktu pembukaan loket, pelayanan kepada pasien tetap berlangsung hingga seluruh pasien di poli selesai dilayani. Pendaftaran pasien dibuka hingga pukul 12.00 siang.

Menurut Rini, jumlah kunjungan pasien selama Ramadhan juga terpantau relatif stabil. Rumah sakit tidak mencatat adanya penurunan signifikan dibandingkan dengan hari-hari biasa di luar bulan puasa.

“Dari pemantauan kami sejak awal Ramadhan, jumlah kunjungan pasien masih stabil. Tidak ada penurunan yang signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,” ujarnya.

Untuk jenis penyakit yang paling banyak ditangani, lanjut dia, masih didominasi oleh layanan poli jantung, penyakit dalam, serta ortopedi. Pola kunjungan pasien tersebut relatif sama seperti sebelum bulan Ramadhan.

Selain menjaga kelancaran pelayanan, RSMA juga terus melakukan peningkatan kualitas layanan, khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan sistem pendaftaran online melalui anjungan pendaftaran mandiri di rumah sakit.

Dengan sistem tersebut, pasien BPJS yang datang dapat langsung melakukan pendaftaran secara mandiri sehingga waktu tunggu antrean menjadi lebih singkat.

“Pasien BPJS sudah bisa mendaftar secara online melalui anjungan yang tersedia. Setelah itu pasien bisa langsung menuju poli yang dituju tanpa harus menunggu antrean lama di loket,” jelasnya.

RSMA juga telah menerapkan sistem rekam medis elektronik yang terintegrasi dalam Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Sistem ini mempermudah tenaga medis dalam mengakses data kunjungan dan diagnosis pasien tanpa harus menggunakan berkas kertas secara manual.

Di sisi lain, RSMA terus melakukan pengembangan layanan kesehatan seiring peningkatan status rumah sakit menjadi tipe B yang ditetapkan pada 12 Desember 2025.

Sejumlah layanan spesialis baru pun mulai disiapkan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Saat ini rumah sakit telah memiliki dokter subspesialis konsultan ginjal dan hipertensi (KGH), serta sedang mempersiapkan kehadiran dokter spesialis bedah saraf dan dokter spesialis bedah anak dalam waktu dekat.

Selain itu, manajemen rumah sakit juga tengah mempertimbangkan pengembangan layanan dokter subspesialis bedah onkologi guna memperluas layanan penanganan penyakit kanker.

“Pengembangan layanan ini merupakan bagian dari upaya kami meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Pulau Sumbawa,” ujar Rini.

Berdasarkan data rumah sakit, rata-rata kunjungan pasien rawat jalan di RSMA mencapai sekitar 340 pasien per hari. Sementara itu, kunjungan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) berkisar 35 hingga 40 pasien per hari.

Dengan berbagai pengembangan tersebut, RSMA diharapkan dapat terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan utama bagi masyarakat di Pulau Sumbawa. demikian. (din)

Reporter : Bagus Setiabudi | Editor : Bagus Setyabudi 

TrendingMore