Top Menu

news

Arus Penyeberangan Lembar–Padangbai Kembali Normal, Layanan Berjalan Lancar Pascamudik

Tim Redaksi
Rabu, 08 April 2026, April 08, 2026 WAT
Last Updated 2026-04-08T23:48:07Z
Suasana Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, tampak lancar tanpa antrean kendaraan pasca arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Lombok Barat, lintassamudera.com – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), berangsur normal setelah berakhirnya arus mudik dan balik Lebaran 2026. Tidak terlihat antrean kendaraan maupun penumpang seperti saat puncak angkutan hari raya.

General Manager ASDP Pelabuhan Lembar, Handoyo Priyanto, memastikan operasional lintas Lembar–Padangbai berjalan lancar dengan dukungan armada dan layanan yang memadai.

“Untuk kondisi di Pelabuhan Lembar maupun Pelabuhan Padangbai sudah kembali normal. Aktivitas penyeberangan berjalan seperti biasa,” ujar Handoyo saat dikonfirmasi oleh wartawan, Rabu (08/04/2026).

Ia menjelaskan, sebanyak 21 kapal melayani lintasan tersebut dengan frekuensi 13 hingga 14 perjalanan per hari. Waktu tempuh penyeberangan berkisar antara empat hingga empat setengah jam.

Selain itu, proses sandar dan bongkar muat kapal rata-rata berlangsung sekitar 1 hingga 1,5 jam, sehingga perputaran armada tetap terjaga dan pelayanan berjalan efisien.

“Dengan jumlah kapal dan pengaturan operasional yang ada, kebutuhan pengguna jasa dapat terlayani dengan baik tanpa penumpukan,” jelasnya.

Meski demikian, volume penumpang dan kendaraan selama periode Lebaran tahun ini tercatat meningkat sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kendaraan roda dua menjadi pengguna jasa yang paling dominan, baik saat arus mudik maupun arus balik.

Menurutnya, lonjakan sempat terjadi menjelang penutupan operasional penyeberangan saat Hari Raya Nyepi, namun dapat diantisipasi tanpa menimbulkan antrean panjang.

“Kepadatan sempat terjadi sebelum penutupan Nyepi, tetapi dapat terurai dengan baik,” katanya.

Sementara itu, puncak arus balik tercatat pada H+7 hingga H+8 Lebaran. Untuk menjaga kelancaran layanan, ASDP melakukan penambahan frekuensi perjalanan menjadi 15 hingga 16 trip per hari serta mempercepat proses bongkar muat.

Koordinasi lintas instansi juga diperkuat melalui posko terpadu yang melibatkan KSOP, kepolisian, TNI, dan instansi terkait.

Dari sisi layanan digital, sistem tiket online melalui aplikasi Ferizy dinilai berjalan efektif dan minim kendala. Pengguna jasa diimbau membeli tiket secara mandiri minimal satu hingga dua hari sebelum keberangkatan.

Jika terjadi kendala tiket, disiapkan opsi pengembalian dana (refund) atau pencatatan manual agar penumpang tetap dapat berangkat sesuai jadwal.

Terkait isu percaloan, masyarakat diminta membeli tiket melalui kanal resmi untuk menghindari perbedaan harga.

“Kami imbau masyarakat membeli tiket secara resmi agar aman dan sesuai tarif,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memastikan sistem operasional telah dipersiapkan tidak hanya saat momentum Lebaran, tetapi juga untuk pelayanan reguler sepanjang tahun.

“Secara sistem, semuanya sudah dipersiapkan dengan baik,” tandasnya.

Sebagai penutup, masyarakat diimbau mengatur waktu perjalanan agar lebih nyaman dan menghindari kepadatan pada waktu tertentu.

“Jika memungkinkan, lakukan penyeberangan pada pagi hingga siang hari karena relatif lebih lengang,” pungkasnya.

Terkait tarif, harga tiket penyeberangan kini telah kembali normal setelah sebelumnya mendapat penyesuaian selama periode Lebaran sesuai kebijakan pemerintah. (ind)

TrendingMore