Top Menu

newsPilkadesSidoarjo

Ustadz Fatkhur Nomor 1 Usung “Kalanganyar Ramah dan Sejahtera”, Fokus Pelayanan hingga Ekonomi Tambak

Tim Redaksi
Rabu, 08 April 2026, April 08, 2026 WAT
Last Updated 2026-04-08T22:40:57Z
Ustadz Fatkhur saat menyampaikan visi dan program prioritas kepada wartawan.(Abidin/Lintas Samudera)


Sidoarjo, lintassamudera.com – Calon Kepala Desa (Cakades) Kalanganyar di Kecamatan Sedati nomor urut 1, H.M. Fatkhur Rohman yang akrab disapa Ustadz Fatkhur, mengusung visi “Kalanganyar Ramah dan Sejahtera” dalam kontestasi Pilkades.

Saat ditemui wartawan, Rabu (08/04/2026), Ustadz Fatkhur menyampaikan bahwa visi tersebut berfokus pada tiga sektor utama, yakni pelayanan publik, pembangunan, dan penguatan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, pelayanan menjadi fondasi utama pemerintahan desa. Ia menekankan pentingnya sistem administrasi yang cepat, mudah, dan transparan, termasuk dalam pengelolaan anggaran agar dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

“Pelayanan harus ramah dan transparan. Masyarakat perlu mengetahui penggunaan anggaran desa,” ujarnya.

Di bidang pembangunan, Ia memprioritaskan infrastruktur dasar yang langsung dirasakan warga, seperti perbaikan jalan rusak, peningkatan penerangan, serta normalisasi drainase untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan.

Sejumlah wilayah tambak di Kalanganyar diketahui terdampak rob dalam beberapa tahun terakhir, sehingga menurunkan produktivitas lahan masyarakat.

Menanggapi kondisi tersebut, ia berencana menggandeng investor untuk mengembangkan kembali potensi tambak, khususnya melalui budidaya rumput laut yang dinilai lebih efisien dan memiliki risiko lebih rendah.

“Kami akan menjembatani masyarakat dengan investor agar lahan yang tidak produktif dapat kembali memberikan nilai ekonomi,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mendorong pembentukan koperasi atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berbasis rumput laut. Melalui skema ini, desa berperan sebagai penghubung antara petani dan industri, sehingga hasil panen memiliki nilai jual yang lebih stabil.

Meski mengembangkan budidaya rumput laut, ia menegaskan komoditas bandeng tetap dipertahankan sebagai identitas lokal, terutama pada tambak yang masih produktif.

Dalam penguatan sumber daya manusia, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara generasi muda dan generasi senior. Menurutnya, pembangunan desa membutuhkan sinergi serta pertukaran pengalaman.

“Kita butuh kolaborasi. Yang muda bergerak dengan inovasi, yang tua memberi arahan dan pengalaman,” ungkapnya.

Ia menargetkan program-program tersebut dapat berjalan secara bertahap dalam kurun waktu delapan tahun, dengan tetap menyesuaikan kondisi anggaran desa.

Ia berharap dapat membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, mulai dari BPD, RT, RW, LPMD, tokoh masyarakat, hingga pemuda, guna mewujudkan Kalanganyar yang lebih maju, makmur, dan sejahtera. (abidin*)

Reporter : Zaenal Abidin | Editor : Bagus Setyabudi 

TrendingMore