Dompu,-Sekitar puluhan massa aksi yang menamakan dirinya sebagai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Dompu mendobrak pintu gerbang sebelah selatan Kantor Pemda Dompu NTB.
Akibatnya, pintu gerbang sebelah ditarik dan dibuang massa aksi ditengah jalan Akasya. Aksi tersebut dipicu karena ketidak hadiran Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE selaku pucuk pimpinan tertinggi di Kabupaten Dompu untuk menemui massa aksi guna berdialog secara terbuka.
Walaupun Bupati Dompu dikabarkan oleh tim negosiasi berada diluar daerah dan diwakilkan kepada Asisten II Setda Dompu, Nukman, SH untuk berdialog dengan massa aksi, namun ditolak mentah-mentah karena hanya ingin berdialog dengan Bupati Dompu saja.
Dalam aksinya, orator sempat mengecam ketidak hadiran Bupati Dompu untuk menemui massa, bahkan massa juga mengancam akan memblokade jalan jika Bupati Dompu tidak hadir menemui massa aksi untuk melakukan dialog secara terbuka.
Dalam orasinya Koordinator Lapangan melayangkan 2 tuntutan prioritas yakni :
1. Massa aksi mendesak Bupati dan Wakil Bupati Dompu untuk segera melakukan klarifikasi terbuka kepada publik melalui forum resmi serta menyatakan sikap secara tertulis guna menjamin stabilitas pemerintahan dan tidak terganggu nya pelayanan publik.
2. Mendesak Bupati Dompu untuk segera menghentikan rencana utang Rp.70 Milliar ke PT. SMI selaku BUMN sebelum dilakukan audit publik dan kajian terbuka yang transparan, partisipatif serta membuktikan bahwa kebijakan tersebut benar-benar mendesak dan tidak membebani rakyat.
Kegiatan aksi sempat berjalan alot dan memanas karena massa aksi terlibat saling dorong dengan aparat Sat Pol PP yang menjaga depan pintu gerbang. Sebab, massa memaksa meringsek masuk ke Kantor Pemda Dompu untuk mencari Bupati Dompu dalam ruangannya, namun dihalau oleh aparat.
Aksi saling dorong tersebut terjadi sekitar tiga kali, beruntung aksi tersebut tidak berlangsung lama karena massa aksi di ijinkan masuk untuk melakukan audensi dengan Bupati Dompu bertempat diruang rapat Bupati.(Amin)
