Dompu,-Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE mengatakan, tingkat pelayanan pemerintah daerah saat ini baru mencapai kurang dari 10 persen dari target yang diharapkan, dengan angka evaluasi kinerja berada pada 61,81 persen.
Bupati Dompu juga mendorong penguatan kinerja melalui peningkatan alokasi pendanaan riset dan pengabdian, sebagai bagian dari strategi jangka menengah dan panjang untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dimana Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, merupakan organisasi besar dengan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN), mencapai 14.707 orabg, yang mengemban tugas utama memberikan pelayanan publik kepada hampir 280 ribu jiwa penduduk Dompu.
"Kondisi tersebut, masih jauh dari standar ideal pelayanan publik,"katanya.
“Penilaian kinerja yang objektif harus datang dari luar, yakni masyarakat dan lembaga terkait. Karena itu, capaian ini tidak boleh membuat kita berpuas diri, justru harus menjadi pemicu semangat untuk meningkatkan kinerja,” tegas Bupati.
Bupati BBF menekankan pentingnya perubahan cara kerja di seluruh perangkat daerah agar Pemerintah Kabupaten Dompu mampu mencapai lompatan kinerja sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Pendanaan tersebut, termasuk dukungan dari unit-unit kerja terkait, diarahkan agar terintegrasi dalam struktur anggaran daerah.
“Langkah ini menjadi bagian dari strategi peningkatan daya saing Pemerintah Kabupaten Dompu, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih efektif, inovatif, dan berkelanjutan,” katanya.
Dengan penandatanganan Perjanjian Kerja tersebut, Bupati berharap seluruh pejabat dan perangkat daerah mampu menerjemahkan komitmen ke dalam kinerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Dompu.(Adv)
