Dompu,-Persoalan PPPK Paruh Waktu atau PW tahun 2025 makin parah saja, pasalnya ada sejumlah nama yang ditemukan diduga sebagai lulusan siluman dan diduga terjadi manipulasi data dalam melengkapi berkas yang menjadi persyaratan PW.
Salah satunya terjadi di SDN 13 Manggelewa Kabupaten Dompu NTB. Seperti yang pernah dilansir media ini sebelumnya, oknum inisial SG yang lulus PW diduga sudah lama out dari pengabdiannya di sekolah setempat dan hal itu pula justeru telah diakui oleh Kepala SDN setempat Samsiah, S.Pd kepada media ini saat dilakukan konfirmasi di Kantor Dikpora Kabupaten Dompu beberapa hari yang lalu.
Terkait hal itu, SG yang dikonfirmasi media ini via telepon whatsap pribadinya melalui handphone salah satu Wartawan pada Senin (23/02/26) sekitar pukul 12.00 wita menyampaikan bahwa sesuai informasi yang diberitakan media ini sebelumnya bahwa itu tidak benar.
SG mengaku, dirinya memang tidak mau melakukan absensi di sekolah setempat karena beberapa alasan serta permasalahan diantaranya terkait persoalan gaji dan sebagainya. Selain itu ia juga mengaku sibuk bekerja diluar sekolah.
"Saya lolos ke PPPK Paruh Waktu ini bukan karena dasar diberikan keterangan, absensi dan lainnya oleh Kepala Sekolah, tapi kita mengisi dan mendaftar secara langsung ke aplikasi yang langsung terhubung ke pusat, bukan daftar ke Kepsek atau tingkat Kabupaten karena data saya itu datang dari pusat,"kata SG kepada sejumlah Wartawan via telepon WhatsApp.
SG menjelaskan, terkait pengiriman berkasnya ke pusat, ia hanya mengirimkan scan berkasnya yang tahun 2018 saja kemudian dilampirkan dengan berkas K2 murni yang dikirim melalui aplikasi pusat dan tidak ada dimintai untuk dilampirkan file SK selain yang SK 2018 saja.
"Pengiriman berkas itu tanpa disertai absensi sebab dalam aturan PW tidak ada dilampirkan file berupa SK dan absensi dari tahun 2022 hingga 2024,"jelasnya.
SG mengutarakan, pada tingkat Kabupaten ia tidak pernah mengurus kelengkapan bahan karena saat itu Dinas sudah melakukan ferivikasi selama tiga kali dan dirinya tidak pernah mengumpulkan bahan.
"Dari hasil ferivikasi ditingkat kabupaten, apakah itu akan dikirim ke pusat atau tidak, yang jelas BKN mengirim kembali nama saya dan saya sudah melakukan perbaikan,"urainya.(Bersambung)
