Dompu,-Kepala SDN 03 Dompu NTB, Hj. Nurhayati, S Pd diduga serobot anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari tangan bendahara setempat.
Sumber berita menyebutkan, anggaran Bos periode Juli-Desember 2025 yang telah direalisasikan oleh SDN 03 Dompu ditaksir sekitar Rp.124 juta. Dari jumlah itu diduga semuanya di ambil alih oleh Kepsek setempat tanpa alasan jelas.
Ironisnya, anggaran Bos itu disinyalir tidak dibagikan pula untuk pembayaran honor Guru Tidak Tetap (GTT) sehingga sejumlah GTT terpaksa menempuh jalan pintas dengan cara meminjam menggunakan uang Bos tersebut untuk kebutuhannya.
"Dugaan kami bahwa Kepsek memegang semua anggaran dana Bos,"kata sumber berita.
Terkait hal itu, Kepala SDN 03 Dompu Hj. Nurhayati, S.Pd yang hendak dilakukan konfirmasi oleh sejumlah media disekolah setempat, ternyata sedang tidak berada diruang kerjanya.
"Ibu Kepala Sekolah sedang keluar,"ucap seorang guru saat ditanya media ini.
Sementara Bendara SDN 03 Dompu, Amiruddin, S.Pd yang dikonfirmasi media ini via telepon WhatsApp pribadinya Senin pagi membantah jikalau Kepsek telah mengambil alih seluruh anggaran dana Bos itu.
Karena anggaran Bos yang dimaksudkan itu justeru ada padanya, hanya saja Kepsek mengambil alih senilai Rp.10 juta untuk pembuatan halaman parkir dihalaman sekolah, sedangkan anggaran lainnya seperti untuk pembelanjaan Alat Tulis Kantor (ATK) sedang digunakan untuk pembelanjaan kebutuhan sekolah.
"Saya kan bendahara, jadi semua anggaran saya yang pegang kok. Sekarang pula saya sedang belanja ATK,"jawab Amiruddin singkat.
Parahnya, sesuai laporan dari seorang wali murid SDN setempat juga bahwa SDN 03 Dompu selama 4 tahun terakhir sama sekali tidak pernah mengadakan rapat komite terkait penggunaan dana Bos ini.
Padahal penggunaan dana Bos tersebut harus diketahui oleh wali murid tanpa harus di rahasiakan kepada siapapun.
"memang kenyataannya Kepala Sekolah ini tidak pernah adakan rapat komite selama 4 tahun terakhir ini kok,"ungkapnya.(Amin)
