Lintassamudera.com — Malam itu, suasana di teras rumah sederhana di Desa Suko terasa hangat. Hafid Ashari menyambut wartawan tanpa jarak. Mengenakan peci hitam, ia berbicara tenang—tidak tergesa, tidak pula berlebihan.
Hafid Ashari, S.H., calon Kepala Desa Suko nomor urut 3, saat diwawancarai wartawan di kediamannya. (Taufiq/Lintas Samudera)
Di tengah kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Suko 2026, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Hafid maju sebagai calon kepala desa nomor urut 3. Ia bukan sosok baru di lingkungan desa. Selain dikenal sebagai putra asli Suko, ia juga membawa jejak keluarga yang pernah memimpin desa pada era 1970-an hingga 1990-an.
“Saya ini asli putra Desa Suko. Orang tua saya dulu pernah menjadi kepala desa. Ada keinginan untuk melanjutkan perjuangan itu,” ujar Hafid saat ditemui wartawan, Selasa (05/05/2026) malam.
Keputusan Hafid maju bukan semata ambisi pribadi. Ia menyebut ada dorongan dari dalam diri, sekaligus dari lingkungan sosial yang selama ini dekat dengannya.
“Saya ingin masa hidup ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, ada dorongan dari para sesepuh dan tokoh masyarakat agar saya ikut berpartisipasi,” katanya.
Lulusan S1 Hukum ini memandang kepemimpinan sebagai bentuk pengabdian, bukan sekadar jabatan.
Dalam pandangannya, pembangunan Desa Suko sudah berjalan cukup baik. Namun, ia menilai masih ada pekerjaan rumah di bidang pelayanan administrasi.
“Pembangunan tinggal dilanjutkan agar lebih maksimal. Tapi administrasi perlu dibenahi agar lebih mudah dan cepat, serta tidak memberatkan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pelayanan yang bersih dari pungutan di luar ketentuan.
Hafid menempatkan pemberdayaan sumber daya manusia sebagai prioritas, terutama bagi kalangan pemuda.
“Kami ingin mendorong kegiatan positif seperti olahraga dan kegiatan desa agar tercipta kebersamaan antara warga perumahan dan kampung,” katanya.
Menurutnya, hubungan sosial yang kuat menjadi fondasi penting bagi kemajuan desa.
Selain itu, ia menekankan pembangunan yang merata di seluruh wilayah desa. “Dusun Suko, Legok, dan Ketapang harus merasakan pembangunan yang sama dan benar-benar bermanfaat,” ujarnya.
Dalam sektor ekonomi, ia berkomitmen mendukung UMKM agar berkembang lebih luas.
“Yang sudah berjalan akan kita dukung, dan yang belum tersentuh akan diupayakan agar mendapat kesempatan yang sama,” tambahnya.
Ia menyadari, pembangunan desa tidak bisa berjalan sendiri.
“Harus ada kerja sama dengan masyarakat. Selain itu, kita juga akan bersinergi dengan dinas-dinas agar program bisa berjalan maksimal,” jelasnya.
Dalam tata kelola pemerintahan, Hafid menegaskan pentingnya keterbukaan.
“Setiap pemasukan dan pengeluaran harus diketahui masyarakat. Informasi akan disampaikan secara terbuka agar bisa diawasi bersama,” katanya.
Ia berharap ke depan Desa Suko menjadi lebih harmonis dan sejahtera. “Kalau lembaga desa berjalan baik, masyarakat juga akan merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Menjelang Pilkades pada 24 Mei 2026, Hafid mengajak warga untuk menggunakan hak pilih secara bijak.
“Gunakan hak pilih dengan baik, jangan golput. Perbedaan itu wajar, yang penting tetap berpikir positif demi kemajuan desa,” pinta Hafid.
Di tempat terpisah, tokoh masyarakat Dusun Suko, Samsuri (61), menilai dinamika Pilkades sejauh ini masih berjalan kondusif.
“Sejauh ini aman dan tenang. Harapan kami sampai pelaksanaan nanti tetap lancar,” ujarnya.
Ia menyebut, warga pada dasarnya menginginkan pemimpin yang mampu menjalankan tugas dengan baik dan mempermudah pelayanan publik.
Terkait sosok Hafid, Samsuri mengaku telah mengenalnya cukup lama. “Beliau dikenal jujur, religius, dan aktif di masyarakat. Komunikasinya juga terbuka,” katanya.
Menurutnya, latar belakang keluarga Hafid yang pernah terlibat dalam pemerintahan desa menjadi nilai tambah.
“Secara lingkungan dan pengalaman, sudah tidak asing dengan kehidupan desa,” ujarnya.
Ia juga menilai program yang ditawarkan cukup realistis.
“Visinya tidak berlebihan dan disesuaikan dengan kondisi desa. Itu yang penting,” tambahnya.
Meski demikian, ia menegaskan pilihan tetap berada di tangan masyarakat.
“Silakan memilih sesuai hati nurani, dengan mempertimbangkan rekam jejak dan program calon,” kata Samsuri.
Di tengah dinamika Pilkades Suko 2026, Hafid Ashari hadir dengan pendekatan yang tenang: melanjutkan yang sudah berjalan, sekaligus membenahi yang masih perlu diperbaiki.
Dengan latar belakang sebagai putra daerah dan dukungan dari sebagian tokoh masyarakat, ia menawarkan arah kepemimpinan yang menitikberatkan pada pelayanan, kebersamaan, dan keterbukaan.
Namun pada akhirnya, keputusan tetap berada di tangan warga Desa Suko untuk menentukan arah kepemimpinan ke depan. demikian. (fiq*)
Reporter : Taufiq Rianto | Editor : Bagus Setyabudi
