Dompu,-Sangat miris sekali nasib seorang pahlawan devisa bernama Dewi Anggriani warga Lingkungan Dore Kelurahan Simpasai Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB ini.
Sejak tahun 2022 lalu, Dewi yang sudah berada di Saudi Arabia sebagai seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI), justeru mendapatkan perlakuan yang tak wajar dari ketiga majikannya sehingga pahlawan devisa ini memilih solusi untuk kabur dari majikan terakhir menuju Kantor Sakkan Saudi Arabia.
Tanpa terasa bahwa usia keberadaan Dewi Anggriani di Kantor Sakkan sudah genap setahun lamanya tepat memasuki bulan Mei 2026 ini, bahkan sejak beberapa bulan berada di Kantor Sakan, Dewi pernah mengalami depresi hingga hilang ingatan akibat tidak ada pihak dari perwakilan Pemerintah Indonesia maupun agency yang menangani permasalahannya.
Walaupun laporan pengaduan dari pihak keluarga Dewi jauhari telah di ajukan ke Disnakertans Kabupaten Dompu, tembusan BP2MI namun tindak lanjut dari laporan itu ternyata belum membuahkan hasil.
Begitu pula dengan laporan pengaduan yang telah dikirim ke link pengaduan KBRI dan KJRI secara hotline, yang sudah hitungan bulan berjalan juga tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan pihak keluarga Dewi sendiri.
Termasuk dengan upaya yang dilakukan oleh pihak sponsor yang katanya berdasarkan pengakuan pada orang tuanya Dewi bahwa Dewi akan dipulangkan bulan sekian dan tanggal sekian. Janji itu diduga hanya sekedar keisengan semata yang diduga pula hanyalah permainan akal sang sponsor saja untuk menenangkan keluarga Dewi Anggriani dari kegelisahan selama ini mereka rasakan.
Upaya yang dilakukan oleh semua pihak diatas itu, sama sekali tidak membuahkan hasil yang memuaskan, bahkan pihak keluarga Dewi sendiri dengan pihak sponsor telah membuat surat pernyataan resmi di Disnakertans Kabupaten Dompu bahwa sponsor berjanji akan memulangkan Dewi pada bulan April 2026 kemarin, tapi justeru di langgar pula oleh penyalur PMI illegal tersebut dengan alasan bahwa pihaknya tengah berupaya memulangkan Dewi.
Berdasarkan kabar terakhir yang diketahui berdasarkan pernyataan Disnakertans bahwa Dewi sendiri telah dicekal oleh otoritas Saudi akibat kabur dari majikan pertamanya sehingga dokumen Dewi di Kantor Sakkan telah di blacklist oleh majikan pertamanya.
Apa alasan Dewi kabur dari 3 majikannya ?
Media ini yang aktif berkomunikasi dengan Dewi Anggriani via pesan WhatsApp maupun voice bahwa Dewi kabur dari majikan pertama hingga majikan ketiganya karena dirinya selalu mendapatkan perlakuan yang tidak wajar yakni penganiayaan ketika Dewi menanyakan uang gajinya.
Perlakuan kasar yang sangat tidak manusiawi dari ketiga majikannya itu sangat tepat jika Dewi harus kabur hingga ke Kantor Sakkan, walaupun demikian sama sekali Dewi tidak diberlakukan baik pula saat berada di Sakkan ketika Dewi menanyakan kapan waktu dia dipulangkan ke Indonesia, justeru dirinya pernah ditampar oleh karyawan Kantor Sakkan hanya mempertanyakan hal itu saja.
Atas kasus dugaan pencekalan yang menjerat Dewi Anggriani ini, ketiga sponsor yakni Jul, Ros dan Syarifuddin harus bertanggungjawab atas penyaluran Dewi ke Saudi Arabia dengan cara illegal sebagai PMI ini. Hingga berita ini diturunkan, proses memulangkan Dewi sama sekali belum ada kejelasan seperti KBRI ke Sakkan untuk bertemu Dewi maupun pihak lainnya yang dikirim oleh sponsor tersebut.(Bersambung)
