Top Menu

dompunews

PMI Asal Dompu Diduga Kanker Payudara, Minta Dipulangkan

Redaksi
Jumat, 16 Januari 2026, Januari 16, 2026 WAT
Last Updated 2026-01-16T12:56:35Z
.               KTP Amnawati (PMI)

Dompu,-Seorang Pekerja Migran Indonesia atau PMI asal Dusun Makmur Desa Lanci Jaya Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu NTB bernama Amnawati diduga menderita sakit kanker payudara di Negara Saudi Arabia.

Hal itu diketahui berdasarkan laporan dan keluhan yang masuk langsung ke Media ini melalui chat WhatsApp.

Kepada media ini, Amnawati menyampaikan bahwa dirinya berangkat ke Saudi Arabia sebagai PMI yakni pada tanggal 16/10/2025 dan diterbangkan dari Bandara Juanda Surabaya menuju Jeddah Saudi Arabia untuk menjadi seorang PMI bersama ke 5 rekannya.

Dirinya bekerja dikediaman seorang majikan bernama Sandalah Ibrahim Abdul Hadi Al-Omari warga Al-Makhwah Sebuah Kegubernuran (Propinsi Kecil) di Wilayah Barat Daya Negara Saudi Arabia dengan nomor identitas 1.316.4013. Sementara majikan wanita nya bernama Sangkala bekerja sebagai seorang guru di Negera setempat.
.                Paspor Amnawati 

PMI yang memiliki 4 orang anak ini, bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan tugas yang telah diatur majikan yakni membersihkan rumah dan membantu majikan wanita memasak serta bermain dengan anak keluarga majikannya.

Amnah mengaku bahwa dirinya mulai merasakan sakit pada bagian payudara sebelah kiri yakni sudah 2 bulan terakhir sejak dirinya berada di Saudi Arabia. Akibatnya, dirinya sudah tidak kuat lagi untuk bekerja sehingga dirinya mencoba meminta bantuan majikan untuk berobat dan mengecek penyakitnya ke dokter negara setempat.

Dari hasil pemeriksaan justeru penyakit yang di deritanya tidak diberitahukan oleh sang majikan dan dokter, hanya saja dia diberikan obat berupa salep untuk di oleskan di payudaranya serta obat minum saja. Namun kedua obat tersebut tidak mempan justeru meningkatkan rasa sakit dari penyakitnya. Bahkan penyakit nya sudah dilakukan ronsen pula.

"Rasa sakit di payudara sebelah kiri sampai tembus ke payudara sebelah kanan dan berdampak pada kedua tangan saya mengalami kram,"aku Amna dengan nada sedih.

Ironisnya, jelang memasuki usia 3 bulan berada di negara timur tengah tersebut justeru majikannya belum membuatkan dirinya igomah atau KTP. Sebab berdasarkan pengakuan rekan se profesi nya jika dalam kurun waktu 3 bulan tidak dibuatkan igomah maka dirinya di cap illegal dinegara tersebut.

"Saya sudah yakin di kirim secara illegal oleh PJTKI asal Surabaya ini. Sebab tujuan awal saya bersama rekan yakni ke Negara Singapore tapi kami terpaksa ke Saudi Arabia,"ungkap Amna dengan suara terbata-bata karena menahan rasa sakit dari penyakitnya.

Sebelumnya, Amna menyampaikan bahwa dari tempat tinggal dirinya dibawa oleh PJTKI yang berkantor di Kabupaten Bima, namun saat di Jakarta pada sebuah penampungan yang tidak ber plan, dirinya bersama ke 5 rekannya memilih kabur karena hendak diterbangkan ke Saudi Arabia padahal tujuan mereka ke Negara Singapore.

Kemudian mereka masuk ke penampungan PT yang beralamatkan di Jalan Condet Olah Raga Satu Cililtan Jakarta sehingga perusahaan tersebut yang terbangkan mereka ber 5 ke Negara Saudi Arabia.

"Saya tidak mengetahui apa nama PJTKI yang terbangkan kami ini, karena memang tidak ada plan nama nya di penampungan itu. Kalau nama sponsor nya yakni Kamsiah beralamatkan di Cengkareng Jakarta,"ucap Amna.

Amna mengutarakan, walaupun dirinya menderita sakit dan telah diketahui oleh majikannya namun dirinya tetap dipaksa untuk bekerja bahkan ia meminta belas kasi ke majikannya agar bisa dipulangkan ke Indonesia untuk berobat karena kondisinya yang makin drop, justeru permintaan itu tidak di indahkan dan majikannya mengaku bahwa mereka rugi karena telah membayar nya ke agency PT. Serikat.
Lokasi keberadaan Amnawati di Negara Saudi Arabia.

Ia juga telah menghubungi sponsor yang menyalurkannya ke Saudi Arabia agar bisa dirinya dipulangkan karena kondisinya yang tengah sakit, namun sponsor meminta kepada dirinya agar memberikan uang ganti rugi senilai Rp. 40 juta.

"Kalau ada uang Rp. 40 juta maka saya bisa dipulangkan dan itupun hanya sampai di Jakarta saja. Seandainya saya punya uang mungkin saya akan ganti rugi tapi saya tidak punya apa-apa,"urai Amna.

Amna meminta dan berharap kepada Pemerintah Kabupaten Dompu, Propinsi dan Presiden RI agar bisa membantu untuk memulangkannya dari Negara Saudi Arabia karena saat ini kondisi sakitnya kian parah.

"Saya berharap Pemerintah bisa membantu agar memulangkan saya. Saya benar-benar sakit pada payudara sebelah kiri muncul benjolan seperti kanker payudara,"harapnya dengan linangan air mata.

Terkait hal itu, pihak PJTKI asal Jakarta yang menerbangkan Amnawati hingga berita ini diturunkan belum bisa dihubungi untuk dilakukan konfirmasi.(Amin)

TrendingMore