Top Menu

Dompunews

Puluhan Peserta PPPK Paruh Waktu TMS "Serbu" BKD Dompu

Redaksi
Kamis, 08 Januari 2026, Januari 08, 2026 WAT
Last Updated 2026-01-08T08:37:10Z
Dompu,-Sekitar puluhan orang dari tenaga guru, tekhnis hingga medis yang merupakan peserta PPPK Paruh Waktu Tidak Memenuhi Syarat (TMS) "serbu" Kantor BKD dan PSDM Kabupaten Dompu NTB pada Kamis (08/01/26) tadi.

Kehadiran mereka yakni untuk memberikan sanggahan atas di outkan atau dibatalkan nya nama mereka dari kelulusan PPPK Paruh Waktu tahun 2025 lantaran diduga tidak memenuhi syarat tersebut.

Kepada media, sejumlah peserta mengaku kaget ketika nama mereka dirilis dari pembatalan sebanyak 158 orang oleh BKD dan PSDM Kabupaten Dompu yang dikirim melalui WA group tempat mereka bekerja.

Padahal menurut mereka bahwa usia pengabdiannya justeru telah melebihi dari target 2 tahun lamanya sebab, dari peserta itu rata-rata mengakui TMT Pengangkatannya berkisar tahun 2014, 2015, 2017 hingga per Januari 2023 artinya peserta merupakan honorer yang memenuhi syarat yang diterbitkan oleh Kemenpan RB.

Terkait alasan pembatalan itu, menurut mereka, tim ferivikasi dan BKD PSDM Kabupaten Dompu sangat berlebihan dan diduga tidak transparan sebab, banyak dugaan PPPK Paruh Waktu Siluman justeru dinyatakan lulus padahal Siluman diketahui terbukti berani merekayasa data untuk kepentingan meloloskan diri ke PPPK Paruh Waktu ini.

Salah satu peserta yang dinyatakan lulus peserta yang TMT Pengangkatannya tahun 2024 dan diatas bulan Januari 2023 resmi diluluskan, demikian juga dengan dua oknum peserta yang terang-terangan berkecimpung di Partai Politik bahkan resmi mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif pada tahun 2024 lalu justeru bisa diluluskan pula.

Sementara dalam regulasi sudah jelas bahwa mereka yang terlibat dalam Parpol apalagi eks Caleg tidak bisa masuk, justeru sebaliknya malahan diloloskan. Akibatnya, sejumlah peserta ini mengindikasikan bahwa tim ferivikasi yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Dompu diduga konspirasi jahat dengan peserta yang diduga Siluman tersebut.

"Inikan sangat jelas bahwa mereka diduga konspirasi dengan peserta yang diduga siluman. Kami indikasikan terjadi transaksi jual beli kelulusan yang dilakukan oleh oknum dengan pihak terduga siluman,"cetus sejumlah peserta ini.

Sebelumnya Plh. Sekda Dompu, H. Khaerul Insan, SE, M.Si dan Kepala BKD PSDM Kabupaten Dompu, Drs. Arif Munandar kepada sejumlah media saat menggelar konferensi Pers di halaman Kantor BKD Kamis pagi tadi mengatakan bahwa kerja tim ferivikasi sudah selesai dan sebanyak 158 orang peserta  dibatalkan lantaran ada persyaratan yang tidak sesuai.

Sementara untuk menyampaikan sanggahan nya, BKD dan PSDM telah memberikan waktu selama 3 hari yang dimulai dari Rabu kemarin hingga batas akhir Jumat sekitar jam 16.00 wita saja, ketika peserta 158 orang tidak menyampaikan sanggahan nya maka data kelulusan dianggap final.

"Rata-rata yang dibatalkan ini peserta yang dari sekolah swasta ke negeri. Artinya, ada persyaratan yang mereka tidak penuhi,"ujar kedua pejabat ini.

Plh. Sekda mengungkapkan, dari angka 158 orang ini, sebanyak 10 orang yang dibatalkan dari tenaga medis, 10 orang dari tenaga tekhnis dan sisanya dari tenaga guru."yang mau sanggah silahkan BKD tetap menerima sampai batas waktu Jumat besok aj,"ungkap Sekda.(Amin)

TrendingMore