Top Menu

newsPemdesSumbawa

Karang Dima Jaga Pelayanan Pasca-Lebaran, Infrastruktur Dibangun Bertahap di Tengah Keterbatasan Dana

Sabtu, 28 Maret 2026, Maret 28, 2026 WAT
Last Updated 2026-03-29T03:45:14Z
Jalan lingkungan di Gang Janur, Desa Karang Dima, telah diaspal sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur desa.


Lintassamudera.com — Pemerintah Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal pasca-libur Hari Raya Idulfitri. Aktivitas di kantor desa kembali berlangsung sejak pertengahan pekan, dengan warga mulai mengurus berbagai kebutuhan administrasi.

Tampak depan Kantor Desa Karang Dima yang menjadi pusat pelayanan administrasi warga.

Kepala Desa Karang Dima, Ibrahim Basari, mengatakan pelayanan dasar telah dibuka sejak Rabu, 25 Maret 2026, dan hingga kini berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah, pelayanan sudah kami buka sejak Rabu. Semua kegiatan yang menyangkut pelayanan dasar berjalan normal,” ujar Basari saat ditemui di kantor desa, Jum'at (27/03/2026) pagi.

Memasuki tahun anggaran 2026, pemerintah desa dihadapkan pada keterbatasan dana. Namun demikian, Basari menegaskan bahwa prioritas tetap difokuskan pada layanan dasar masyarakat, seperti kesehatan, kegiatan sosial, dan pemberdayaan warga.

“Yang utama adalah pelayanan dasar tetap berjalan. Posyandu, PAUD, penanganan stunting, serta program pemberdayaan masyarakat tetap kami prioritaskan,” katanya.

Di sektor infrastruktur, pembangunan tetap dilanjutkan meski dalam skala terbatas. Sejumlah pekerjaan yang tengah dilakukan meliputi penataan taman desa, pembangunan pintu masuk kantor baru, serta penyempurnaan gedung kantor desa.

Selain itu, pemerintah desa juga tengah mempersiapkan pembangunan Koperasi Merah Putih. Lahan di samping kantor desa telah diurug untuk menghindari genangan air sebagai tahap awal pembangunan.

Basari menjelaskan, struktur kepengurusan koperasi telah dibentuk sejak tahun lalu dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat yang memiliki pemahaman di bidang manajemen koperasi. Pembangunan fisik juga melibatkan unsur TNI melalui Koramil setempat.

“Ini bentuk kolaborasi lintas sektor agar pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Selama delapan tahun kepemimpinannya, Basari mengklaim sekitar 80 persen program desa telah terealisasi. Capaian tersebut mencakup penanganan banjir, pembangunan infrastruktur jalan, serta upaya penurunan angka stunting yang menjadi program prioritas nasional.

Saluran pembuangan Orong Barat, Desa Karang Dima

“Sebagian besar program sudah kami tuntaskan. Sisanya, seperti penyelesaian gedung dan penanganan titik rawan banjir, akan kami lanjutkan secara bertahap,” katanya.

Ia menegaskan, aspirasi masyarakat menjadi dasar utama dalam perencanaan pembangunan desa, baik dalam pengajuan program ke pemerintah daerah maupun ke legislatif.

“Tanpa aspirasi masyarakat, kita tidak akan tahu kebutuhan riil di lapangan. Transparansi dan komunikasi menjadi kunci,” ucap Basari.

Di sisi lain, warga merasakan adanya perubahan dalam pelayanan publik. Ahmad, warga Dusun Batunisung, menilai akses layanan kini lebih mudah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

“Pelayanan di kantor desa sekarang lebih lancar. Gedung serbaguna juga sangat bermanfaat untuk kegiatan masyarakat, mulai dari posyandu sampai acara adat,” kata Ahmad.

Ia menambahkan, masyarakat kini merasa lebih dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan desa.

“Aspirasi kami didengar, dan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat tetap diprioritaskan,” ujarnya.

Pemerintah Desa Karang Dima menilai pendekatan partisipatif menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Sejumlah proyek yang bersifat multiyears, seperti gedung serbaguna dan aula kantor desa, ditargetkan rampung melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Dengan kombinasi antara perencanaan berbasis aspirasi warga dan pelaksanaan bertahap, Desa Karang Dima berupaya menjaga kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Editor : Bagus Setyabudi 

TrendingMore