Dompu,-Bank Nasional Indonesia (BNI) Cabang Pembantu (Capem) Dompu NTB diduga memblokir anggaran sertifikasi guru.
Berdasarkan keterangan puluhan guru kepada sejumlah Wartawan bahwa besar anggaran yang diblokir BNI tersebut tidak tanggung tanggung yakni sekitar diatas Rp.20 juta per orang dikali sekian banyak guru sertifikasi yang ada di Kabupaten Dompu.
Dimana anggaran sertifikasi yang dikucurkan oleh Pempus ini merupakan hak mutlak guru sertifikasi, namun pihak BNI diduga memblokirnya secara sepihak tanpa lebih awal melakukan koordinasi dan komunikasi dengan guru sertifikasi selaku pemilik anggaran tersebut.
Aksi pemblokiran anggaran besar milik pahlawan tanpa tanda jasa itu, masih belum diketahui alasan jelasnya, namun guru sertifikasi menduga bahwa pihak BNI diduga sengaja melakukan hal itu hanya untuk mengejar bunga saja yang diduga diperuntukkan bagi pihak Bank itu sendiri.
"aksi pemblokiran anggaran sertifikasi ini dilakukan secara kolektif dan bervariatif bulannya oleh pihak BNI, ada yang 5, 7 hingga 10 bulan anggaran berjalan yang terblokir,"ungkap puluhan guru pada Wartawan, Jumat (08/05/26).
Puluhan Guru menegaskan, ulah pihak BNI Capem Dompu ini justeru membuat puluhan guru kesal dan mendatangi Kantor BNI Capem Dompu untuk meminta klarifikasi dan mendesak BNI untuk segera membuka pemblokiran sepihak tersebut karena anggaran sertifikasi merupakan hak sepenuhnya bagi guru sertifikasi.
Ironisnya lagi, ada seorang guru sertifikasi yang merupakan isteri dari seorang anggota DPRD Dompu justeru saldo rekening nya terpampang jelas angka Rp.0 dari anggaran sertifikasi yang masuk ke rekening nya, sehingga patut dipertanyakan ke BNI sendiri, dikemanakan anggaran sertifikasi milik seorang guru yang masuk direkening tersebut.
"Sebelumnya, anggaran sertifikasi itu dibayarkan oleh Pemerintah Pusat melalui rekening pribadi guru per 3 bulan sekali, tapi sejak Januari 2026 kemarin justeru pembayaran itu sudah dilakukan per bulan, tapi kenapa BNI tanpa koordinasi dengan kita pemilik anggaran berani memblokir nya. Ada apa dengan BNI Capem Dompu hari ini,"tegas puluhan guru sertifikasi ini.
"Untuk diketahui juga bahwa pemilik anggaran sertifikasi ini terbagi dua yakni guru naungan Dikpora dan guru naungan Kemenag dengan angka rata-rata yang diblokir oleh pihak BNI Capem Dompu yakni diatas Rp.20 juta per orang dan dikalikan banyak guru,"ungkapnya.
Selain itu guru juga menyampaikan, jauhari sebelumnya guru sertifikasi beberapa kali pernah mendatangi BNI Capem Dompu untuk konsultasi dan konfirmasi terkait pemblokiran anggaran sertifikasi ini, namun Pimpinan Capem BNI Dompu selalu sibuk dengan zoom meting sesuai jawaban dari bawahannya.
"Baru Jumat pagi ini kami puluhan guru baru bisa menemui Pimpinan Capem BNI untuk berdialog diruangannya, itupun juga belum ada hasilnya dan belum ada alasan BNI terkait pemblokiran anggaran kami ini,"ucap guru mengakhiri pembicaraannya.
Terkait hal itu, Pimpinan Capem BNI Dompu, Suriawan yang dilakukan konfirmasi oleh sejumlah media diruang kerjanya Jumat (08/05/26) tadi, justeru menolak untuk diwawancarai media karena dia tidak berhak memberikan keterangan selain Pimpinan BNI Cabang yang berada di Bima saja.
"Mohon maaf saya tidak bisa memberikan jawaban karena hanya pimpinan cabang saja yang bisa menjawabnya,"jawabnya singkat.(Amin)
