Lintassamudera.com – Hiruk-pikuk politik desa tidak selalu lahir dari ambisi kekuasaan. Di tengah kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Suko Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo 2026, nama Akhmad Azhar Basyir, S.Pd., muncul membawa pendekatan berbeda: membangun desa dengan gagasan kepemudaan, ruang kreativitas, dan semangat kolaborasi.
Calon Kepala Desa Suko nomor urut 2 itu tumbuh di lingkungan pesantren sejak remaja. Setelah lulus sekolah dasar di Desa Suko, ia melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, hingga jenjang aliyah selama kurang lebih sepuluh tahun.
“Sejak kecil saya hidup di lingkungan pesantren. Dari situ saya belajar soal kedisiplinan, kebersamaan, dan bagaimana membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujar Azhar saat ditemui wartawan, Minggu (10/05/2026) malam.
Akhmad Azhar Basyir, S.Pd., calon Kepala Desa Suko nomor urut 2, saat dikonfirmasi wartawan. (Taufiq/Lintas Samudera)
Selain aktif di lingkungan pendidikan pesantren, Azhar juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan. Sepulang ke Sidoarjo, ia terlibat di sejumlah kegiatan sosial, organisasi mahasiswa, hingga Nahdlatul Ulama (NU) tingkat kecamatan.
Menurut Azhar, keputusannya maju dalam Pilkades Suko tidak lepas dari keinginannya melihat potensi anak muda desa lebih diperhatikan dan diberi ruang berkembang.
“Desa Suko memiliki banyak potensi pemuda yang sebenarnya bisa berkembang jika mendapatkan perhatian dan wadah yang tepat,” katanya.
Ia menilai Desa Suko memiliki posisi strategis dengan karakter masyarakat yang beragam. Namun, menurutnya, potensi tersebut masih bisa dikembangkan lebih maksimal melalui pembangunan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“Kalau melihat kondisi hari ini, Desa Suko sebenarnya punya peluang besar untuk berkembang lebih maju,” tuturnya.
Dalam gagasannya, Azhar ingin menghadirkan gedung serbaguna desa sebagai pusat aktivitas masyarakat. Fasilitas itu direncanakan menjadi ruang bersama untuk kegiatan sosial, kepemudaan, PKK, karang taruna, hingga pengembangan kreativitas warga.
“Harapan saya, nantinya kegiatan masyarakat bisa terpusat di satu tempat yang benar-benar bermanfaat bagi warga,” ucapnya.
Tak hanya pembangunan fisik, Azhar juga menaruh perhatian pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia mengusung konsep “satu dusun satu sentra” untuk mendorong lahirnya produk unggulan di setiap wilayah Desa Suko.
Menurutnya, potensi UMKM dan kreativitas warga perlu didorong agar memiliki identitas dan nilai ekonomi yang lebih kuat.
“Setiap dusun pasti punya potensi yang bisa dikembangkan dan dipasarkan lebih luas,” jelasnya.
Dalam bidang pemerintahan, Azhar menekankan pentingnya sinergi antarlembaga desa serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia menilai keberhasilan program desa tidak hanya bergantung pada kepala desa, tetapi juga kekompakan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.
“Pemerintahan desa harus berjalan bersama-sama. Program sebaik apa pun tidak akan maksimal tanpa kerja sama yang baik,” katanya.
Menjelang Pilkades Suko pada 24 Mei 2026 mendatang, Azhar mengajak masyarakat menjaga suasana tetap damai dan mengedepankan persaudaraan.
Ia juga berharap masyarakat dapat menentukan pilihan secara bijak demi masa depan desa.
“Saya berharap masyarakat memilih dengan hati nurani dan bersama-sama menjaga suasana Pilkades tetap damai serta sehat untuk semua,” pungkasnya. (fiq*)
Reporter: Taufiq Rianto | Editor: Bagus Setyabudi
