Kapolresta Mataram memberikan arahan kepada personel dalam rangka pengamanan Lebaran Topat 2026 di wilayah hukumnya.
Lintassamudera.com — Perayaan tradisi Lebaran Topat 2026 di wilayah hukum Polresta Mataram berlangsung aman dan kondusif tanpa gangguan keamanan yang berarti.
Sejumlah lokasi wisata yang menjadi pusat perayaan dipadati masyarakat, baik di Kota Mataram maupun di tiga kecamatan wilayah Kabupaten Lombok Barat yang masuk dalam wilayah hukum Polresta Mataram. Meski terjadi peningkatan aktivitas masyarakat, situasi tetap terjaga sepanjang rangkaian kegiatan.
Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, SIK MH., menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang terlibat dalam pengamanan.
“Saya atas nama pimpinan Polresta Mataram mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang telah melaksanakan tugas pengamanan sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran Topat dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Apresiasi tersebut disampaikan kepada jajaran Polresta Mataram dan Polsek, serta unsur pendukung lainnya seperti Brimob dan BKO Polda NTB, TNI dari Kodim 1606/Mataram, Dinas Perhubungan, Basarnas, dan Dinas Kesehatan.
Menurutnya, kelancaran pengamanan merupakan hasil koordinasi dan kerja sama lintas instansi yang berjalan dengan baik di lapangan, meski dihadapkan pada kondisi cuaca dan tingginya aktivitas masyarakat.
“Seluruh personel telah menjalankan tugas dengan baik. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Kapolresta juga menekankan pentingnya menjaga sinergi antarinstansi dalam mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya pada momentum kegiatan tradisi yang melibatkan banyak orang.
Selain itu, ia turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda yang berperan aktif dalam menjaga situasi tetap kondusif.
“Atas dukungan seluruh elemen masyarakat, perayaan Lebaran Topat dapat berlangsung dengan aman dan tertib. Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi yang telah diberikan,” ucapnya.
Dengan berakhirnya rangkaian perayaan yang berjalan tertib, tradisi Lebaran Topat diharapkan terus menjadi bagian dari kebersamaan dan keharmonisan masyarakat di Nusa Tenggara Barat. (bgs)