Kepala Kantor Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, Tri Pono Basuki Wijianto. (Ade/Lintas Samudera)
Lintassamudera.com — Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa Nusa Tenggara Barat berjalan lancar dengan tiga jadwal penerbangan setiap hari. Rata-rata jumlah penumpang tercatat berkisar antara 110 hingga 120 orang per hari.
Kepala Kantor Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, Tri Pono Basuki Wijianto, mengatakan operasional penerbangan saat ini masih stabil dengan rute utama menuju Bali dan Lombok.
“Terdapat tiga penerbangan setiap hari, yakni satu penerbangan ke Bali dan dua penerbangan ke Lombok,” kata Tri Pono saat dikonfirmasi langsung oleh wartawan Lintassamudera.com, Jumat (24/04/2026).
Tri Pono menambahkan, jumlah penumpang saat ini cenderung mengalami sedikit penurunan dibandingkan periode Lebaran yang sempat mencatat peningkatan.
“Saat Lebaran lalu memang terjadi lonjakan penumpang. Sekarang ini sedikit menurun, namun kami berharap dalam beberapa bulan ke depan akan kembali meningkat,” ujarnya.
Menurut Tri Pono, pergerakan penumpang di Sumbawa cukup dipengaruhi sektor pariwisata. Pada awal tahun, sebagian masyarakat cenderung melakukan perjalanan ke luar negeri, sementara peningkatan penerbangan domestik biasanya terjadi pada periode Mei hingga Juli.
Saat ini, rute penerbangan yang tersedia masih didominasi jalur Bali–Sumbawa dan Lombok–Sumbawa pulang-pergi.
Dalam mendukung operasional, berbagai pihak terlibat dalam ekosistem bandara, mulai dari maskapai, ground handling, petugas kebersihan, karantina, hingga unsur keamanan dari TNI dan kepolisian. Selain itu, aktivitas perjalanan dinas instansi pemerintah turut menjadi salah satu penyumbang pergerakan penumpang.
Di sisi lain, potensi pariwisata dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan trafik penerbangan. Posisi Sumbawa yang berada di antara Bali, Lombok, dan Labuan Bajo memberikan nilai strategis tersendiri.
“Potensi wisata seperti hiu paus dan Pulau Moyo menjadi daya tarik bagi wisatawan,” jelasnya.
Namun demikian, pengembangan rute penerbangan masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah panjang landasan pacu yang saat ini sekitar 1.800 meter sehingga belum dapat melayani pesawat berbadan besar.
Selain itu, kendala teknis seperti kapasitas bahan bakar juga menjadi pertimbangan untuk membuka rute jarak jauh, misalnya Surabaya–Sumbawa.
Meski demikian, pihak bandara terus berupaya meningkatkan konektivitas dengan memaksimalkan potensi daerah, khususnya sektor pariwisata.
“Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, kami berharap aktivitas penerbangan juga ikut meningkat,” tambahnya.
Tri Pono menegaskan, secara umum pelayanan di bandara saat ini telah berjalan baik sesuai standar dan akan terus ditingkatkan secara bertahap.
“Selama lima tahun terakhir, berbagai pembenahan telah dilakukan, baik pada fasilitas terminal maupun area pendukung lainnya,” pungkasnya.
Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan konektivitas, seiring dengan potensi daerah yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan jumlah penumpang ke depan. (ade)
Reporter: Ade Ihksan Jaya | Editor: Bagus Setyabudi
