Dompu,-Kegiatan Pacuan Kuda di lapangan Lembah Kara Desa Lepadi Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu NTB yang digelar sejak Sabtu (25/11/25) justeru nuai protes dari sejumlah pemilik kuda.
Akibat aksi protes yang sempat memanas, justeru menurunkan kepercayaan publik terhadap profesionalitas panitia dan sportifitas lomba pada akhir tahun 2025 ini.
Pantauan media ini dilokasi, tribun yang biasanya penuh oleh ribuan hingga belasan ribu penonton, justeru terlihat sepi. Hal itu menunjukkan bahwa anjloknya jumlah penonton menandakan bahwa di duga panitia pelaksana tidak profesional dalam hal melaksanakan kegiatan ini.
Warga Kecamatan Kempo bernama Ahmad, mengaku kecewa akan lahirnya sejumlah aksi protes dari pemilik kuda sehingga hal itu menjadi pemicu utama sepinya minat penonton di lapangan Lembah Kara ini.
"Bisa jadi sepinya penonton dampak dari peristiwa di hari pembukaan, lahirnya aksi protes dari sejumlah pemilik kuda saat pengukuran. Kuat dugaan bahwa event kali ini tidak sportif,"aku warga Desa Ta,a ini.
Menurut Ahmad, lapangan pacuan kuda Lembah Kara merupakan arena yang menjadi idola para pecinta kuda pacuan. Selain lintasannya yang panjang, arena ini juga diyakini memiliki daya magis tersendiri bagi para peserta.
“Lapangan Lembah Kara merupakan arena paling bergengsi dan menantang. Yang jelas punya daya tariknya sendiri bagi penonton semuanya,"ujarnya.
Ahmad menilai, turunnya minat penonton pada event akhir tahun 2025 ini, menjadi tamparan keras bagi penyelenggara. Ajang yang mestinya menjadi pesta besar bagi pecinta kuda pacu justeru dililit isu dugaan ketidak profesional dari panitia penyelenggara itu sendiri.
"Jika situasi ini tidak segera dibenahi, bukan tidak mungkin reputasi Lembah Kara yang selama ini menjadi simbol kebanggaan Dompu, akan ikut tercoreng,"nilai Ahmad.
Dikutip dari Tambora Press.com, Ketua Pordasi NTB, Rangga Danu Meinaga Aditama SH. MH. Senin (17/11/2025) siang, menyatakan pihaknya telah menerima informasi tentang berbagai dugaan pelanggaran pada event tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi itu bukan sekadar isu tetapi perlu ditindaklanjuti dengan langkah konkrit.
Melihat eskalasi masalah yang terus meningkat, Pordasi NTB langsung membentuk tim investigasi khusus yang diberi mandat untuk menelusuri seluruh rangkaian kegiatan di Dompu.
"Kami sudah menerima berbagai informasi bahwa ada dugaan pelanggaran kegiatan itu,"katanya.
Rangga menegaskan bahwa tim ini diberi wewenang penuh untuk mengecek, mengaudit, dan menilai apakah Pordasi Dompu menjalankan kewenangan sesuai aturan.
Langkah investigasi tersebut bukan saja menanggapi kericuhan di Dompu, tetapi juga merupakan upaya memperbaiki tata kelola event pacuan kuda di seluruh NTB sebab, event pacuan kuda merupakan agenda resmi yang membawa nama organisasi, sehingga setiap penyimpangan harus ditindak secara jelas dan tanpa kompromi.
"Kami sudah membentuk tim investigasi untuk mengecek dan mengevaluasi Pordasi Dompu. Ini penting agar ke depan tidak terjadi lagi pada event-event di daerah lainnya,"tegas Rangga
"jika hasil investigasi membuktikan adanya pelanggaran, maka tidak ada seorang pun yang akan dibela, baik dari unsur panitia maupun pengurus Pordasi Dompu sendiri. Yang jelas sanksi berat siap dijatuhkan sebagai bentuk penegakan aturan dan menjaga integritas olahraga pacuan kuda,"cetusnya.(LS)
