Top Menu

AdvetorialnewsPilkades Sidoarjo

Berawal dari Pengalaman Hidup, Sukarianto Maju di Pilkades Panjunan 2026

Tim Redaksi
Senin, 11 Mei 2026, Mei 11, 2026 WAT
Last Updated 2026-05-11T10:23:32Z

Lintassamudera.com – Keputusan Sukarianto maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Panjunan Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo 2026 disebut bukan semata soal politik, melainkan berangkat dari pengalaman hidup dan keinginan untuk lebih dekat membantu masyarakat.

Calon Kepala Desa Panjunan nomor urut 2 itu mengaku tumbuh sebagai anak yatim sehingga memahami kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian sosial.

Saat ditemui wartawan di kediamannya, Minggu (10/05/2026) malam, Sukarianto tampak mengenakan peci hitam dan baju koko abu-abu saat menyampaikan gagasan serta harapannya untuk Desa Panjunan ke depan.

Sukarianto, calon Kepala Desa Panjunan nomor urut 2, saat diwawancarai wartawan di kediamannya, Minggu (10/05) malam. (Taufiq/Lintas Samudera)

“Keinginan saya maju sebagai calon kepala desa berawal dari pengalaman hidup pribadi. Saya tumbuh sebagai anak yatim sehingga memahami bagaimana kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian sosial,” ujarnya.

Menurut Sukarianto, dirinya bersama sejumlah rekan sebelumnya juga pernah mendirikan yayasan sosial untuk membantu anak-anak yatim dan masyarakat kurang mampu.

Dalam perjalanannya, ia merasa perlu memiliki ruang yang lebih luas untuk dapat berbuat kepada masyarakat sehingga akhirnya memutuskan maju dalam Pilkades Panjunan 2026.

“Saya merasa perlu memiliki ruang yang lebih luas untuk bisa berbuat kepada masyarakat,” katanya.

Sukarianto mengatakan dirinya selama ini aktif berinteraksi langsung dengan masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga RT dan RW untuk menyerap aspirasi warga.

Menurutnya, Desa Panjunan memiliki potensi besar yang masih dapat dikembangkan, terutama dalam penyediaan fasilitas umum dan peningkatan kesempatan kerja bagi warga lokal.

“Harapan saya ke depan desa memiliki sarana olahraga yang memadai sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat setempat,” tuturnya.

Apabila dipercaya memimpin desa, Sukarianto ingin pembangunan dilakukan berdasarkan hasil musyawarah bersama masyarakat.

Ia berencana melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, RT, RW, hingga warga dalam menentukan program prioritas desa.

“Program yang dijalankan harus benar-benar berasal dari kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Dalam bidang pemberdayaan masyarakat, Sukarianto juga berencana menghadirkan berbagai pelatihan keterampilan bagi pemuda dan pelaku usaha dengan menggandeng dinas terkait.

“Kami ingin masyarakat lebih kreatif dan memiliki kemampuan yang bisa membantu meningkatkan perekonomian keluarga,” jelasnya.

Terkait tata kelola pemerintahan, ia menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerintahan desa yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Komitmen saya adalah menciptakan pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan terbuka terhadap masukan masyarakat,” imbuhnya.

Menjelang pelaksanaan Pilkades Panjunan pada 24 Mei 2026, Sukarianto mengajak masyarakat menjaga suasana tetap damai dan kondusif.

“Saya berharap masyarakat menggunakan hak pilih dengan bijak serta tetap menjaga suasana Pilkades yang damai,” pungkasnya. (fiq*)

Reporter: Taufiq Rianto | Editor: Bagus Setyabudi

TrendingMore